Bukan Sel Telur, Ternyata Jenis Kelamin Anak Ditentukan oleh Kromosom Ayah

Bukan Sel Telur, Ternyata Jenis Kelamin Anak Ditentukan oleh Kromosom Ayah

Terkini | okezone | Minggu, 19 Juli 2026 - 19:02
share

JAKARTA - Selama ini, masih sering terjadi salah kaprah di masyarakat yang menyudutkan pihak ibu atau perempuan ketika jenis kelamin anak yang lahir tidak sesuai dengan harapan. Padahal secara medis, penentu jenis kelamin seorang bayi bukan berasal dari sel telur ibu, melainkan dari jenis kromosom yang dibawa oleh sperma ayah atau laki-laki.

Dokter sekaligus influencer kesehatan Gia Pratama dalam unggahan video di akun Instagramnya mengatakan bahwa jenis kelamin bayi sudah ditentukan sejak awal proses pembuahan berdasarkan kombinasi pasangan kromosom dari kedua orang tua.

“Teman-teman, jenis kelamin bayi ditentukan sejak proses pembuahan dari pasangan kromosomnya,” kata dr. Gia, dikutip Minggu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, sel telur dari ibu memiliki sifat yang konstan, yakni selalu membawa kromosom X. Sebaliknya, sperma dari ayah bersifat dinamis karena bisa membawa dua kemungkinan jenis kromosom, di mana ada dua jenis kromosom, yaitu kromosom X dan kromosom Y.

“Nah, sel telur dari ibu selalu membawa kromosom X, sedangkan sperma dari ayah bisa membawa kromosom X atau kromosom Y,” ucapnya.

Dokter Gia menjelaskan bagaimana kombinasi ini bekerja. Jika ibu pada kromosom sel telurnya membawa kromosom X bertemu dengan sperma yang membawa kromosom X, maka akan terbentuk pasangan kromosom XX yang berarti bayi tersebut berjenis kelamin perempuan.

Namun, jika sel telur ibu membawa kromosom X dibuahi oleh sperma sang ayah yang membawa kromosom Y, kombinasi yang terbentuk adalah XY, yang menandakan bahwa bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki.

"Jadi kromosom dari sperma ayahlah yang menentukan bayi akan memiliki pasangan XX atau pasangan XY dengan peluangnya hampir seimbang, fifty-fifty,” jelas dr. Gia.

Maka dari itu, ia mengingatkan agar para suami tidak menyalahkan istrinya jika jenis kelamin anak yang lahir tidak sesuai dengan keinginan sepihak.

Tugas seorang ibu dalam proses reproduksi sudah sangat berat dan bertaruh nyawa. Ibu adalah pihak yang mengandung, menjaga, memberi nutrisi, hingga merelakan perubahan fisik tubuhnya demi sang buah hati selama sembilan bulan penuh.

“Dari sini kita belajar satu hal penting. Kurang tepat jika ada suami menyalahkan istri ketika bayi yg lahir tidak sesuai yg dia inginkan. Seorang ibu sudah membawa, menjaga, memberi makan, dan mempertaruhkan tubuhnya selama sembilan bulan,” tutur dia.

Menurutnya, kelahiran seorang anak baik laki-laki maupun perempuan harus disyukuri dengan porsi kebahagiaan yang sama. Keduanya merupakan anugerah yang membawa masa depan dan sudah sepatutnya disambut dengan kehangatan orang tua.

“Laki-laki atau perempuan, keduanya tetap amanah. Keduanya datang membawa masa depan. Keduanya berhak disambut dengan cinta yang sama besar," kata dr. Gia.

Topik Menarik