Wamen Pariwisata: Prambanan Siap Jadi Magnet Wisatawan Hindu Mancanegara

Wamen Pariwisata: Prambanan Siap Jadi Magnet Wisatawan Hindu Mancanegara

Terkini | inews | Jum'at, 10 Juli 2026 - 15:55
share

JAKARTA, iNews.id – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa mengatakan Candi Prambanan siap dikembangkan menjadi magnet wisatawan Hindu mancanegara. Potensi tersebut didukung nilai sejarah, budaya, dan spiritual yang dimiliki Prambanan sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia.

Menurut Ni Luh Puspa, pengembangan Prambanan sebagai destinasi budaya dan spiritual berkelas dunia juga didukung besarnya potensi pasar wisata religi dari negara-negara yang memiliki populasi umat Hindu dalam jumlah besar.

"Saat ini terdapat lebih dari 1,2 miliar umat Hindu yang tersebar di India, Nepal, Bangladesh, Indonesia hingga Eropa dan Amerika. Ini merupakan pasar potensial yang dapat diperkenalkan lebih jauh kepada Indonesia melalui pendekatan budaya dan pariwisata,"* ujar Ni Luh Puspa dalam keterangan resminya, Jumat (10/7/2026).

Dia mengatakan Prambanan memiliki modal kuat untuk menarik wisatawan mancanegara karena tidak hanya berstatus sebagai situs warisan budaya dunia, tetapi juga menjadi pusat peradaban dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu.

"Prambanan memiliki potensi besar berkembang sebagai destinasi budaya sekaligus spiritual kelas dunia. Sebagai salah satu Candi Siwa terbesar di dunia, Prambanan tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga menjadi pusat peradaban, riset, dan pengembangan pengetahuan tentang Hindu," katanya.

Untuk mewujudkan target tersebut, Kementerian Pariwisata terus memperkuat posisi Prambanan melalui penyelenggaraan berbagai agenda budaya dan keagamaan. Salah satunya adalah Prambanan Shiva Festival yang mulai digelar sebagai agenda unggulan sejak 2026.

Festival tersebut menghadirkan berbagai kegiatan spiritual dan budaya, mulai dari Malam Siwaratri, Festival Deepa dan Damaru, Maha Gangga Tirta Gamana, hingga berbagai ritual keagamaan yang terbuka bagi masyarakat.

Ni Luh Puspa mengatakan penyelenggaraan Prambanan Shiva Festival menjadi tonggak penting transformasi kawasan tersebut. Menurutnya, Prambanan kini tidak hanya dikembangkan sebagai destinasi wisata budaya, tetapi juga sebagai ruang spiritual yang hidup bagi umat Hindu dari berbagai negara.

"Perayaan ini menjadi kesempatan penting untuk meneguhkan peran Candi Prambanan tidak hanya sebagai warisan budaya dunia, tetapi juga sebagai pusat ibadah umat Hindu di Indonesia yang sekaligus menjadi faktor pengungkit pariwisata," ujarnya.

Sementara itu, penguatan posisi Prambanan sebagai destinasi spiritual dunia juga didukung melalui kerja sama restorasi antara Pemerintah Indonesia dan India yang disepakati saat kunjungan Perdana Menteri India Narendra Modi bersama Presiden Prabowo Subianto ke Candi Prambanan pada Rabu (8/7/2026).

Ni Luh Puspa menegaskan pengembangan kawasan Prambanan akan tetap mengedepankan keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata.

"Prinsip kami sangat jelas, yaitu menjaga keseimbangan antara fungsi cagar budaya, fungsi peribadatan, dan fungsi pariwisata," tuturnya.

Menurutnya, pengelolaan kawasan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Pariwisata, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama, pemerintah daerah, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), serta pengelola kawasan.

Selain meningkatkan amenitas, pemerintah juga memperkuat aspek edukasi melalui penyediaan pemandu wisata, papan informasi, dan aturan kunjungan yang menekankan penghormatan terhadap kesucian kawasan.

Lebih lanjut, Ketua Tim Pemanfaatan Candi Prambanan Nyoman Ariawan Atmaja menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, restorasi merupakan langkah strategis untuk menjaga kelestarian salah satu situs warisan budaya dunia sekaligus memperkuat hubungan Indonesia dan India di bidang pelestarian cagar budaya.

Dia menjelaskan restorasi diperlukan untuk memastikan kondisi fisik Candi Prambanan tetap terjaga di tengah tantangan usia bangunan dan pengaruh faktor alam.

"Dengan perawatan yang berkelanjutan, nilai sejarah, arsitektur, dan budaya yang terkandung di dalam kompleks candi dapat terus diwariskan kepada generasi mendatang,"* ujar Ariawan.

Dia menambahkan, restorasi tidak hanya bertujuan mempertahankan keutuhan bangunan, tetapi juga meningkatkan daya tarik Prambanan sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual.

Menurutnya, candi yang terawat akan memberikan pengalaman yang lebih berkualitas bagi wisatawan sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai sejarah dan peradaban Nusantara.

Dengan pengembangan tersebut, pemerintah berharap Candi Prambanan semakin dikenal sebagai destinasi budaya dan spiritual kelas dunia yang mampu menarik lebih banyak wisatawan Hindu mancanegara, tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai cagar budaya dan tempat ibadah.

Topik Menarik