TOD Dukuh Atas Mulai Dibangun, Bakal Layani 6 Moda Transportasi Sekaligus
IDXChannel - Pemerintah akan membangun kawasan TOD (Transit Oriented Development) di Dukuh Atas. Nantinya kawasan TOD ini akan mengintegrasikan enam moda transportasi dalam satu kawasan.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, konsepnya akan dibangun semacam cincin yang melingkar. Proyek ini dikerjakan oleh Pemprov DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta, yang ditargetkan rampung pada 2028 mendatang.
"TOD yang donat itu diharapkan bisa selesai di 2028, itu akan dikerjakan oleh Pemda dan PT MRT. Nanti di TOD itu kita akan melihat konektivitas transportasi yang terintegrasi dalam enam moda," ujar Menhub dalam media briefing di Jakarta, Jumat malam (26/6/2026).
Adapun keenam moda transportasi yang terhubung di kawasan TOD tersebut antara lain LRT, MRT, kereta bandara, KRL, Transjakarta, dan JakLinko. Hub transportasi ini diharapkan mampu permudah masyarakat dalam hal pergantian antar moda.
"Diharapkan bahwa jakarta akan terhubung secara lebih luas lagi. Kita belum kasih nama, sementara kita bilang donat. Ini nanti yang akan menghubungkan semua wilayah di wilayah Jakarta, sehingga masyarakat bisa mengakses seluruh wilayah Jakarta dengan mudah," lanjutnya.
Dalam rencana pengembangan kawasan ini, Patung Jenderal Sudirman di Jalan Jenderal Sudirman akan dipindah ke arah Jalan MH Thamrin untuk mendukung rencana pengembangan kawasan.
Sebelumnya Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud menjelaskan Dukuh Atas dikenal sebagai kawasan yang sudah dilengkapi berbagai moda transportasi, mulai dari MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, TransJakarta, hingga kereta bandara. Namun, meski fasilitas transportasinya lengkap, konektivitas antar moda di kawasan ini masih belum terhubung secara optimal.
"Saat ini di kawasan dukuh atas adalah salah kawasan TOD Jakarta yang cukup lengkap dari sisi fasilitas transportasi publik, tapi tidak serta merta terkoneksi," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Konsep yang tengah dikembangkan diberi nama “Cincin Donat”, yakni sistem integrasi yang akan menghubungkan empat titik moda transportasi utama di kawasan tersebut melalui jembatan khusus pejalan kaki.
"Kita sebut 'Cincin Donat' karena jembatan ini akan membentuk koneksi melingkar yang menghubungkan satu moda ke moda lainnya. Fokusnya bukan pada kendaraan bermotor, melainkan pada pejalan kaki," kata Farchad. (Wahyu Dwi Anggoro)










