Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Candai Panglima TNI dan Kapolri

Hadiri PENAS XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Candai Panglima TNI dan Kapolri

Terkini | inews | Jum'at, 26 Juni 2026 - 08:56
share

JAKARTA, iNews.id- Momen menarik terjadi saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo pada Rabu (24/6/2026). Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi, Presiden Prabowo sempat melontarkan kelakar segar yang diarahkan kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Momen jenaka ini bermula ketika Presiden Prabowo sedang memberikan salam sapaan kepada jajaran pejabat negara yang hadir. Saat menyebut nama Panglima TNI dan Kapolri yang duduk di deretan undangan, Prabowo langsung menyelipkan candaan khasnya yang spontan memecah suasana di tengah riuhnya ribuan warga.

"Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Panglima TNI ada Subianto-nya, Kapolri ada Prabowo-nya. Susah kalo diganti," kelakarnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan rasa bangga atas penghargaan Adhi Bhakti Tani Nelayan Maha Utama yang diterimanya dari Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional.

"Ini juga selain kehormatan juga kebanggaan saya karena sudah cukup lama saya berjuang bersama para petani dan nelayan di seluruh Indonesia," katanya.

Prabowo kemudian menjelaskan alasan kedekatannya dengan kalangan petani dan nelayan. Sebagai mantan prajurit, ia menilai petani dan nelayan memiliki peran historis yang sangat besar dalam perjalanan bangsa, terutama pada masa awal kemerdekaan Indonesia.

"Dan orang bertanya ada apa, Prabowo Subianto selalu bersama petani dan nelayan? Saya jelaskan, saya jelaskan sangat sederhana karena saya mantan prajurit, saya mantan tentara, saya mantan prajurit Indonesia. Dan mantan prajurit Indonesia dari lahirnya TNI, prajurit Indonesia, tentara Indonesia didukung oleh petani dan nelayan. Selalu dibantu oleh petani dan nelayan," kata Prabowo.

Menurut Prabowo, saat Indonesia memproklamasikan kemerdekaan, negara belum memiliki anggaran maupun sistem penggajian yang mapan. Namun para pejuang tetap berjuang mempertahankan republik karena kecintaan terhadap bangsa dan negara.

"Waktu kita deklarasikan, kita proklamasikan kemerdekaan kita, belum ada negara, belum ada anggaran, belum ada APBN, belum ada gaji, mereka yang memilih Republik Indonesia memilih karena hati, karena cinta bangsa Indonesia bukan karena gaji," ujar Prabowo.


"Tapi tentara waktu itu ditopang, didukung, diberi makanan oleh petani, oleh nelayan-nelayan seluruh Indonesia," pungkasnya

Topik Menarik