BI Rate Naik, CIMB Niaga Optimistis Bisnis Perbankan Tetap Positif
IDXChannel - PT Bank CIMB Niaga Tbk tetap optimistis terhadap pertumbuhan bisnis perbankan meskipun Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuannya.
Perseroan menilai aktivitas ekonomi, transaksi nasabah, hingga penyaluran kredit masih menunjukkan tren yang positif.
Head of Marketing, Brand & Customer Experience CIMB Niaga Amir Wijaya mengatakan pihaknya saat ini tengah melakukan penyesuaian seiring kenaikan BI Rate. Ia pun optimistis kenaikan suku bunga acuan tersebut tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap kinerja perseroan.
"Kita masih optimistis. Intinya kita masih optimistis. Dan kita pengen benar-benar hadir di nasabah kita sih. Artinya mendukung mereka lah bersama-sama," kata Amir dalam acara opening Ada OCTO Land yang digelar di Blok M, Jakarta Selatan, Sabtu (20/6/2026).
Senada, Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga, Lusiana Saleh menilai kondisi pasar dan perekonomian masih menunjukkan pertumbuhan yang baik. Menurutnya, kenaikan suku bunga diharapkan dapat mendukung stabilitas pasar dan nilai tukar rupiah sehingga roda ekonomi tetap bergerak.
Lusiana menambahkan, optimisme tersebut didukung oleh kondisi bisnis yang masih solid. Transaksi nasabah maupun penyaluran kredit masih tumbuh positif, mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap berjalan dengan baik.
"Kami masih optimistis. Market masih tetap grow. Dengan harapan, apabila suku bunga dinaikkan, obviously IHSG naik, market lebih bagus, dolar bisa turun, sehingga ekonomi masih bisa berputar. Sebenarnya masih jalan kalau ekonomi. Jadi optimislah kita," tambahnya.
Meski optimistis, CIMB Niaga tetap mencermati potensi risiko dari kenaikan suku bunga, terutama terhadap kualitas kredit. Menurut Lusiana, peningkatan biaya dana (funding) akibat kenaikan suku bunga perlu diwaspadai karena dapat berdampak pada risiko kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL).
"Memang harus di-watch out dari sisi kredit. Karena begitu tadi suku bunga naik, yang fundingnya, berarti yang landingnya mungkin harus hati-hati di sisi NPL. Tapi kalau secara bank, kita masih optimistis," ujarnya. (Wahyu Dwi Anggoro)









