AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang

AS-Iran Saling Gempur Lagi, Pemicunya Kapal Tanker Diserang

Terkini | inews | Rabu, 3 Juni 2026 - 10:13
share

TEHERAN, iNews.id - Penembakan kapal tanker minyak Iran oleh militer Amerika Serikat (AS) di dekat Selat Hormuz, Rabu (3/6/2026) dini hari menjadi pemicu terbaru baku tembak antara kedua negara. Insiden tersebut kemudian memicu rangkaian serangan balasan yang meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengungkapkan, pasukan AS menembaki kapal tanker minyak Iran di dekat Selat Hormuz hingga merusak ruang mesin. Menurut IRGC, aksi itu menjadi awal dari bentrokan bersenjata yang kemudian berkembang menjadi saling serang antara kedua pihak.

Sebagai respons, IRGC meluncurkan serangan rudal angkatan laut (AL) ke kapal yang disebut sebagai kapal AS-Israel. Situasi semakin memanas setelah militer AS membalas dengan menyerang menara komunikasi IRGC di selatan Pulau Qeshm.

Ketegangan tersebut berujung pada serangan Iran terhadap sejumlah fasilitas militer AS di kawasan Teluk. IRGC menyerang pangkalan-pangkalan udara AS menggunakan rudal dan drone, termasuk target yang disebut terkait dengan Markas Besar Armada Kelima AS serta helikopter militer di salah satu negara kawasan.

Kantor berita Tasnim melaporkan, IRGC merilis kronologi lengkap insiden yang berujung pada baku tembak antara pasukan AS dan Iran di dekat Selat Hormuz. Dalam laporan itu disebutkan bahwa serangan terhadap kapal tanker Iran menjadi titik awal eskalasi konflik terbaru.

Meski demikian, pernyataan resmi IRGC tidak menyebutkan secara rinci lokasi target yang diserang. Namun, sirine peringatan serangan udara dilaporkan meraung-raung di Kuwait dan Bahrain pada Rabu (3/6/2026) dini hari.

Sementara itu, Komando Pusat AS (Centcom) membantah klaim Iran bahwa rudal dan drone yang diluncurkan berhasil menghantam Markas Besar Armada Kelima AS di Bahrain maupun pangkalan-pangkalan militer lainnya di kawasan Teluk.

Menurut Centcom, seluruh rudal dan drone Iran gagal mencapai sasaran. Militer AS juga menegaskan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi kemungkinan serangan lanjutan.

“Semua serangan Iran terhadap pasukan Amerika gagal. Pasukan AS tetap waspada dan siap membela diri terhadap agresi Iran yang tidak beralasan,” demikian pernyataan Centcom.

Topik Menarik