RI Segera Bangun Proyek PLTS 100 Gigawatt, Siapkan Lahan 24.000 Hektare
JAKARTA, iNews.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan kapasitas 100 gigawatt (GW). Pembangunan itu membutuhkan lahan seluas 24.000 hektare.
Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pada tahap awal, proyek ini akan dimulai dengan membangun fasilitas PLTS dengan kapasitas 17 gigawatt hingga mendirikan fasilitas battery energy storage system (BESS) dengan kapasitas 33 gigawatt.
"Untuk 100 gigawatt ini, ya kita akan lakukan percepatan. Kementerian ESDM lagi menyelesaikan rancangan peraturan presiden untuk percepatan pembangunan PLTS 100 gigawatt," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (29/5/2026).
Ia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk pengadaan lahan di Pulau Jawa serta pemilihan lokasi pembangunan.
"Ketersediaan lahan berdasarkan identifikasi yang kita lakukan bersama antara Kementerian ESDM dengan Kementerian ATR/BPN di Pulau Jawa sudah tersedia sekitar 24.000 hektar. Jadi, 24.000 hektar ini kita akan melakukan verifikasi, ini bersama, nanti ada ATR/BPN, Kementerian ESDM, dan juga PLN," kata Yuliot.
Ia menjelaskan program PLTS 100 gigawatt ini merupakan upaya Pemerintah untuk menggantikan pembangkit listrik tenaga diesel, yang saat ini masih digerakkan oleh bahan bakar fosil.
"Arahan dari Presiden tiga tahun untuk ini PLTS dan juga dedieselisasi ini bisa dilaksanakan. Ini yang kita lagi konsolidasikan. Kalau ini berasal dari energi baru terbarukan, berarti kan kita sudah tidak tergantung lagi dengan ini pengadaan BBM yang sangat fluktuatif," pungkas Yuliot.










