Mengenal Padang Arafah, Lokasi Puncak Haji yang Dijejali 2,5 Juta Jemaah Hanya 12 Jam
MAKKAH, iNews.id - Lebih dari 2,5 juta jemaah haji dari seluruh dunia, Selasa (26/5/2026), memadati Padang Arafah untuk menjalani Wukuf, puncak ibadah haji yang menjadi salah satu momen paling sakral dalam Islam.
Kawasan gurun luas yang biasanya sunyi itu berubah menjadi “kota sementara” raksasa yang dipenuhi lautan manusia hanya dalam waktu kurang dari 12 jam.
Jutaan jemaah terlihat memadati kawasan Arafah dengan suasana tertib dan khusyuk. Banyak di antara mereka menaiki Jabal Rahmah untuk berdoa, memohon ampunan, dan bermunajat dalam suasana penuh spiritualitas.
Arafah memiliki posisi sangat penting dalam sejarah Islam. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW menyampaikan Khutbah Wada atau khutbah perpisahan saat menunaikan haji terakhirnya lebih dari 1.400 tahun silam.
Karena itu, Wukuf di Arafah menjadi rukun utama ibadah haji. Tanpa menjalani Wukuf, ibadah haji seseorang dianggap tidak sah. Tak heran kawasan ini selalu menjadi pusat perhatian dunia Islam setiap musim haji tiba.
Mahfud MD Sebut Rekomendasi Reformasi Polri Siap Diserahkan ke Prabowo, Tinggal Tunggu Jadwal
Secara geografis, Padang Arafah berada sekitar 18 kilometer dari Masjidil Haram di Kota Makkah. Kawasan tersebut dikelilingi pegunungan dan terhubung dengan lokasi-lokasi utama haji lainnya melalui jaringan transportasi serta layanan logistik yang besar dan kompleks.
Meski hanya aktif selama sehari setiap tahun, Arafah dilengkapi fasilitas sangat lengkap untuk menunjang keselamatan dan kenyamanan jutaan jemaah.
Otoritas Arab Saudi mengerahkan rumah sakit, pusat kesehatan, ambulans, hingga unit darurat di berbagai titik kawasan.
Rumah Sakit Mount Arafat menjadi salah satu pusat layanan utama yang siaga penuh selama pelaksanaan Wukuf. Selain itu, tim penyelamat gunung dari Direktorat Pertahanan Sipil juga ditempatkan di area berbatu dan perbukitan untuk mengantisipasi keadaan darurat.
Pemerintah Arab Saudi juga memasang lebih dari 20.000 unit lampu pada sekitar 5.000 menara dan tiang penerangan di jalur kendaraan maupun pejalan kaki.
Selain itu, lebih dari 200.000 lampu di Makkah dan kawasan suci sekitar telah menjalani perawatan untuk memastikan layanan tetap berjalan tanpa gangguan selama musim haji.
Meski dipadati jutaan orang saat Wukuf berlangsung, Arafah sebenarnya tidak memiliki penduduk tetap. Setelah matahari terbenam dan seluruh jemaah bergerak menuju Muzdalifah, kawasan itu kembali sunyi hingga musim haji berikutnya tiba.










