SMAN 1 Pontianak Tolak LCC 4 Pilar MPR Diulang, Singgung Transparansi dan Objektivitas Juri

SMAN 1 Pontianak Tolak LCC 4 Pilar MPR Diulang, Singgung Transparansi dan Objektivitas Juri

Terkini | inews | Kamis, 14 Mei 2026 - 17:43
share

JAKARTA, iNews.id - SMAN 1 Pontianak akhirnya memberikan pernyataan sikap terkait polemik final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI di Kalimantan yang viral dan menuai sorotan publik. Dalam pernyataannya, pihak sekolah menegaskan tidak akan mengikuti lomba ulang yang diinformasikan oleh MPR.

Polemik bermula saat juri memberikan nilai minus lima kepada regu C SMAN 1 Pontianak karena dianggap salah menjawab pertanyaan terkait lembaga yang dipertimbangkan DPR saat membentuk anggota BPK. Namun, regu B yang memberikan jawaban serupa justru mendapat nilai plus 10 dari juri.

Keputusan itu langsung diprotes salah satu siswa regu C SMAN 1 Pontianak karena menilai jawaban kedua regu sebenarnya sama. Video perdebatan tersebut kemudian viral di media sosial dan memicu kritik dari berbagai pihak.

Menanggapi itu, SMAN 1 Pontianak mengunggah pernyataan sikap melalui akun Instagram resminya @smansaptk.informasi. Kepala Sekolah SMAN 1 Pontianak, Undang Maryati menyampaikan sejumlah poin penting terkait sikap sekolah terhadap polemik tersebut.

“SMAN 1 Pontianak menyatakan tidak akan terlibat dalam pelaksanaan lomba LCC yang diulang, sebagaimana informasi yang disampaikan oleh MPR RI,” tulis Undang dalam pernyataan sikapnya dikutip Kamis (14/5/2026).

Selain itu, pihak sekolah menegaskan langkah siswa yang menyanggah keputusan juri bukan bertujuan menyerang pihak penyelenggara, melainkan untuk meminta kejelasan terkait mekanisme penilaian lomba.

“SMAN 1 Pontianak menegaskan bahwa langkah yang diambil merupakan bagian dari ikhtiar untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi, demi terwujudnya pelaksanaan dan mekanisme lomba yang transparan, objektif, dan akuntabel,” katanya.

Undang juga memastikan pihak sekolah tidak pernah berniat menganulir hasil perlombaan. Mereka hanya ingin mendapatkan klarifikasi atas poin yang dipermasalahkan dalam pertandingan final tersebut.

“Sejak awal, SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan,” ujarnya.

Meski polemik terus bergulir, SMAN 1 Pontianak tetap menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan. Mereka juga menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas yang akan menjadi wakil Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional.

“SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional,” ucapnya.

Di akhir pernyataannya, pihak sekolah turut meminta maaf atas kegaduhan yang terjadi akibat polemik tersebut. Mereka juga mengajak semua pihak menyelesaikan persoalan dengan menjunjung semangat persatuan dan saling menghargai.

“SMAN 1 Pontianak memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi, serta mengajak semua pihak untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan,” kata Undang.

Topik Menarik