Cerita Haru Hartati: Kehilangan Rumah akibat Banjir di Aceh, Kini Pergi Ibadah Haji

Cerita Haru Hartati: Kehilangan Rumah akibat Banjir di Aceh, Kini Pergi Ibadah Haji

Terkini | inews | Jum'at, 15 Mei 2026 - 04:01
share

JAKARTA, iNews.id - Hartati Musirun Mukmin menangis saat menceritakan musibah banjir bandang di Aceh Tamiang yang menghancurkan rumah warisan orang tuanya. Di tengah kondisi sulit tersebut, perempuan berusia 56 tahun itu tetap bersyukur karena masih diberi kesempatan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Hartati mengaku hingga kini belum mengetahui bagaimana nasib rumahnya yang tertutup material banjir dan longsor setinggi leher. Dia juga tidak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah tersebut.

"Uang nggak ada untuk perbaiki rumah. Tapi dengan izin Allah, karena panggilan Allah, berkat anak-anak saya, Pak, saya bisa kemari," kata Hartati sambil meneteskan air mata, saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, dikutip Jumat (15/5/2026).

Bukan hanya rumah yang rusak, seluruh dokumen kependudukan miliknya juga hilang akibat banjir bandang. KTP, kartu keluarga, hingga dokumen pendaftaran haji lenyap terbawa arus.

“Air itu tiba-tiba langsung sreeet (menerjang) gitu naik. Jadi kami nggak bisa lagi sempat nyingkirkan (menyelamatkan). Barang tuh udah langsung habis, jadi nggak bisa diamankan lagi,” ujar Hartati.

Beruntung, data dirinya masih tersimpan di Kementerian Agama dan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil sehingga dokumen yang dibutuhkan untuk keberangkatan haji dapat diterbitkan kembali.

Hartati mengaku sangat bersyukur memiliki tiga anak yang berbakti. Dari hasil patungan ketiga anaknya, dia akhirnya bisa melunasi biaya setoran haji sebesar Rp17 juta dan berangkat ke Tanah Suci tahun ini.

"Karena Allah, kalau saya sendiri nggak ada (duit), Pak. Rumah saja dikasih warisan sama orang tua belum bisa saya perbaiki," kata perempuan yang ditinggal wafat suaminya, Muhammad Sofyan, sejak 2014 tersebut.

Hartati sebenarnya mendaftar haji bersama sang suami. Namun, takdir berkata lain setelah suaminya meninggal dunia pada 2014. Sejak saat itu, dia membesarkan ketiga anaknya seorang diri.

Kini, perjuangan Hartati membesarkan anak-anaknya berbuah kebahagiaan. Dia bersiap menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah dan Mina sambil terus memanjatkan doa kepada Allah SWT.

"Saya bersyukur, mungkin ada di balik itu Allah berikan rezeki buat saya. Hanya itu, Pak. Entah mungkin saya pulang dari sini saya dapat rezeki, entah rezeki apa saya nggak tahu, rahasia Allah, Pak. Cuma saya yakin saya pulang dari sini saya dapat rezeki dari Allah," katanya.

Hartati kini menjadi salah satu dari 5.426 jemaah haji asal Provinsi Aceh yang telah berada di Tanah Suci. Mereka terbagi dalam 14 kelompok terbang (kloter), dengan delapan kloter di antaranya sudah tiba di Arab Saudi melalui Bandara Madinah dan Jeddah.

Topik Menarik