Mojtaba Khamenei: Iran Akan Tenggelamkan AS di Teluk Persia

Mojtaba Khamenei: Iran Akan Tenggelamkan AS di Teluk Persia

Terkini | inews | Sabtu, 2 Mei 2026 - 07:22
share

TEHERAN, iNews.id - Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei melontarkan peringatan keras terhadap Amerika Serikat (AS) dengan menyatakan pihak mana pun yang mencoba ikut campur di kawasan Teluk Persia akan berakhir di dasar laut. 

Pernyataan ini menegaskan sikap tegas Iran di tengah meningkatnya ketegangan militer dengan AS dan sekutunya.

Dalam pernyataan terbaru, Mojtaba menegaskan AS telah mengalami kekalahan memalukan dalam konflik yang berlangsung, sekaligus menepis klaim Presiden Donald Trump terkait kemampuan Washington untuk memblokade Iran melalui jalur laut. Dia bahkan menyebut masa depan kawasan akan lebih stabil tanpa kehadiran AS.

“Hari ini, 2 bulan setelah agresi terbesar oleh para pembuat onar dunia di kawasan ini, serta kekalahan memalukan Amerika Serikat dalam rencananya, babak baru sedang berlangsung untuk Teluk Persia dan Selat Hormuz,” ujar Mojtaba dalam pernyataannya, dikutip, Sabtu (2/5/2026).

Dia menegaskan Iran memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Setiap kekuatan asing yang mencoba mengganggu stabilitas kawasan tidak akan bertahan lama.

Pernyataan keras tersebut muncul di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas, menyusul kebijakan AS yang memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April. Langkah ini memperburuk hubungan kedua negara dan membuat Teheran semakin menjauh dari opsi perundingan damai.

Sementara itu, pemerintah AS dilaporkan tengah berupaya membentuk koalisi internasional yang melibatkan negara sekutu dan perusahaan pelayaran guna mengamankan jalur perdagangan melalui Selat Hormuz.

Mojtaba Khamenei belum pernah tampil di hadapan publik sejak serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari lalu yang menewaskan ayahnya. Dia dilaporkan mengalami luka parah dan masih dalam masa pemulihan. Meski demikian, dia tetap ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan posisi ayahnya.

Topik Menarik