Profil Pangkopassus Letjen Djon Afriandi, Karier Mentereng Sang Peraih Adhi Makayasa
JAKARTA, iNews.id - Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, perwira tinggi (Pati) TNI yang kini mengemban tugas memimpin pasukan elite Angkatan Darat. Jenderal bintang tiga ini dikenal memiliki rekam jejak cemerlang sejak awal karier pengabdiannya di militer.
Sebagai Panglima Komando Pasukan Khusus, Letjen TNI Djon Afriandi memegang peran strategis dalam menjaga kesiapan tempur dan operasi khusus TNI AD. Dia juga bertanggung jawab dalam pembinaan prajurit elite yang menjadi ujung tombak berbagai operasi penting.
Karier militer Djon Afriandi dimulai dari Akademi Militer. Di institusi tersebut, dia berhasil mencatatkan prestasi gemilang sebagai lulusan terbaik tahun 1995.
Penghargaan Adhi Makayasa yang diraihnya menjadi simbol keunggulan dalam aspek akademik, mental dan fisik. Prestasi ini menempatkannya sebagai salah satu perwira paling potensial dan menonjol di angkatannya.
Setelah lulus dari Akmil, Djon Afriandi mengawali karier di berbagai satuan strategis TNI AD, khususnya di lingkungan pasukan elite Kopassus. Dia dikenal memiliki pengalaman luas di kecabangan infanteri Korps Baret Merah.
Sejumlah jabatan penting pernah diembannya, di antaranya Komandan Batalyon 13 Grup 1/Kopassus hingga Komandan Grup 1/Kopassus pada 2017. Kariernya semakin berkembang saat dipercaya masuk dalam lingkaran pengamanan pejabat tinggi negara.
Dia juga pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Walpri Grup A Paspampres serta Wakil Komandan Grup A Paspampres. Posisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap kemampuan dan integritasnya.
Letjen TNI Djon Afriandi juga pernah menjabat sebagai Koordinator Staf Pribadi Kepala Staf Angkatan Darat (Koorspri KSAD) pada 2017-2020. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Danrem 012/Teuku Umar pada 2020-2022.
Kariernya semakin menanjak saat diangkat menjadi Danmentar Akmil pada 2022, yang sekaligus mengantarkannya meraih pangkat Brigadir Jenderal.
Dengan pengalaman panjang di bidang operasi dan kepemimpinan, dia kemudian dipercaya untuk mengemban jabatan tertinggi di Kopassus sebagai Pangkopassus.
Penunjukan Djon Afriandi sebagai Pangkopassus tidak lepas dari rekam jejaknya yang solid. Dalam posisi ini, dia bertanggung jawab atas kesiapan operasi khusus dan pengembangan kemampuan tempur pasukan elite.
Kopassus sendiri merupakan satuan elit yang memiliki peran penting dalam operasi militer strategis, termasuk penanggulangan terorisme dan misi khusus lainnya.
Selain dikenal tegas, Djon Afriandi juga memiliki gaya kepemimpinan yang humanis. Dia menekankan pentingnya disiplin, profesionalisme, dan loyalitas dalam setiap penugasan.
Sebagai putra dari Mayjen TNI (Purn) Afifudin Taif, latar belakang keluarganya dari militer semakin menguatkan karakter kepemimpinannya di tubuh TNI.
Letjen TNI Djon Afriandi diketahui lahir pada 14 September 1973 di Payakumbuh, Sumatra Barat (Sumbar). Dia usia yang baru 53 tahun, dia kini sudah berpangkat Letjen, menjadikan putra dari seorang jenderal ini menjadi salah satu pati TNI dengan karier cemerlang.










