Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

Laba-Laba Hantu Pertama di Asia Tenggara Ditemukan di Pulau Jawa

Terkini | inews | Senin, 20 April 2026 - 14:11
share

JAKARTA, iNews.id – Penemuan mengejutkan datang dari dunia sains. Para peneliti berhasil mengidentifikasi spesies laba-laba baru di Pulau Jawa yang menjadi catatan pertama keberadaan 'ghost spider' di kawasan Asia Tenggara.

Spesies tersebut diberi nama Rathalos inagami, yang termasuk dalam famili Anyphaenidae. Selama ini, kelompok laba-laba tersebut memang dikenal memiliki persebaran luas di berbagai belahan dunia, namun belum pernah dilaporkan ditemukan di wilayah Asia Tenggara.

Penemuan ini sekaligus memperluas distribusi genus Rathalos yang sebelumnya hanya diketahui hidup di China. Kehadiran spesies baru dari Indonesia menjadi bukti bahwa kawasan tropis, khususnya Jawa, menyimpan potensi biodiversitas yang masih belum sepenuhnya terungkap.

Mengacu pada laporan ilmiah di ScienceDirect, dalam penelitian tersebut para peneliti yang tergabung dalam Species Obscura (Naufal Urfi Dhiya'ulhaq, Ahmad Restu Dwikelana) dan Prof Purnama Hidayat dari Perlindungan Tanaman Universitas IPB, mengidentifikasi laba-laba yang hidup di area bambu itu berdasarkan karakter morfologi yang sangat spesifik. 

Laba-laba jantan memiliki struktur organ reproduksi dengan empat lobus yang khas, sementara betina menunjukkan bentuk pelat reproduksi segitiga lebar dengan saluran berbentuk menyerupai huruf S.

Metode penelitian dilakukan secara detail, mulai dari pengawetan spesimen menggunakan alkohol hingga pengamatan menggunakan mikroskop khusus. Bahkan, bagian tubuh tertentu seperti organ reproduksi betina diproses lebih lanjut agar struktur internalnya dapat diamati dengan jelas.

Famili Anyphaenidae sendiri dikenal sebagai 'ghost spider' karena perilaku dan karakteristiknya yang unik. Secara global, Anyphaenidae punya 59 genus dan 654 spesies (data terbaru).

Kelompok ini memiliki ciri khas seperti dua cakar pada kaki serta struktur rambut khusus di bagian ujungnya. Meski tersebar secara global, keberadaannya di kawasan Indomalaya, termasuk Asia Tenggara, sebelumnya sangat minim data.

Penemuan Rathalos inagami ini menambah daftar panjang kekayaan hayati Indonesia sekaligus membuka peluang penelitian lanjutan. Para ilmuwan berharap temuan ini dapat menjadi pintu masuk untuk mengungkap lebih banyak spesies tersembunyi di kawasan tropis yang selama ini belum terdokumentasi.

Sebagai tambahan informasi, spesimen laba-laba hantu yang ditemukan di Jawa itu kini disimpan di Museum Zoologicum Bogoriense dan Museum Serangga IPB.

Topik Menarik