Upload 15 Reels per Bulan di Facebook Bakal Digaji Rp50 Juta? Ini Faktanya!

Upload 15 Reels per Bulan di Facebook Bakal Digaji Rp50 Juta? Ini Faktanya!

Terkini | inews | Jum'at, 20 Maret 2026 - 14:16
share

JAKARTA, iNews.id - Facebook benar-benar tancap gas. Demi merebut kembali perhatian kreator, raksasa media sosial ini berani membakar uang dengan menawarkan bayaran hingga 3.000 dolar AS atau sekitar Rp50 jutaan per bulan.

Targetnya jelas, kreator besar dari TikTok dan YouTube yang selama ini mendominasi dunia konten digital. Tapi, ternyata tidak semua kreator ditawarkan gaji Rp50 juta per bulan.

Program bertajuk Creator Fast Track yang digagas Meta ini secara terang-terangan membidik kreator dengan lebih dari satu juta pengikut. Namun, bayaran fantastis itu tentu tidak datang tanpa syarat.

Kreator diwajibkan mengunggah 15 video pendek (Reels) setiap bulan. Program ini juga bersifat terbatas, hanya berjalan maksimal tiga bulan, dan saat ini baru dibuka untuk wilayah Amerika Serikat serta Kanada.

Tak hanya kreator besar, mereka yang memiliki pengikut di bawah satu juta juga tetap bisa ikut, meski dengan bayaran lebih kecil, yakni hingga 1.000 dolar AS atau sekitar Rp16 jutaan per bulan.

Meta bahkan mengklaim telah menggelontorkan hampir 3 miliar dolar AS kepada kreator sepanjang 2025 sebagai bagian dari ambisi besar membangun ekosistem konten mereka.

Sayangnya, ide Facebook ini dianggap langkah putus asa. Sebab, memindahkan pengikut itu tidaklah mudah. Meski si kreator punya pengikut banyak di Youtube misalnya, belum tentu kontennya akan laku ketika dibawa ke Facebook. 

Dijelaskan Jordan Schwarzenberger, manajer dari grup kreator Sidemen, sebagai seorang kreator, kreator akan selalu mengikuti audiens, bukan kemudian audiens dipaksa ikut kreator. 

Jordan melanjutkan, dalam dunia kreator, arah pergerakan selalu mengikuti audiens—bukan sebaliknya. Tanpa basis penonton yang kuat, memindahkan kreator ke platform lain dinilai tidak akan berdampak signifikan.

Ia bahkan mengungkap fakta pahit bahwa Facebook sudah lama kehilangan daya tariknya di kalangan kreator. "Facebook sudah bukan prioritas selama hampir satu dekade," ujarnya, dikutip dari BBC, Jumat (20/3/2026).

Kreator Diajak Pindah, Tapi Audiens Belum Tentu Ikut

Schwarzenberger menegaskan, kebiasaan pengguna saat ini adalah memilih platform terlebih dahulu sebelum mengikuti kreator.

"Kenyataannya, orang-orang mengunjungi platform terlebih dahulu sebelum mencari kreatornya," imbuhnya.

Artinya, meski kreator 'dibajak' ke Facebook, belum tentu para penggemarnya akan ikut berpindah.

"Mereka mungkin juga akan mendapatkan konten yang sama di TikTok, Instagram, dan platform lain yang benar-benar mereka gunakan," lanjutnya.

Rp50 Juta Sebulan, Bayaran yang Tidak Logis untuk Kreator dengan Jutaan Pengikut! 

Meski terkesan besar, tawaran Facebook justru dinilai kurang menarik bagi kreator papan atas.

Dengan hitungan sekitar 200 dolar AS atau Rp3,3 jutaan per video, Schwarzenberger menilai angka tersebut bahkan tidak cukup untuk menutup biaya produksi.

"Jadi, menurutku ide Facebook ini tidak masuk akal," tegasnya.

Padahal, kreator dengan jutaan pengikut biasanya sudah mengantongi pendapatan jauh lebih besar dari berbagai sumber.

"Sebagian besar kreator dengan lebih dari satu juta pengikut akan menghasilkan lebih banyak uang dari kesepakatan merek atau mungkin dari pendapatan langsung di YouTube atau keanggotaan," katanya.

Langkah 'bakar duit' Facebook ini menegaskan satu hal, yaitu persaingan platform digital kini semakin brutal. Bukan hanya soal fitur, tapi juga perebutan kreator dan audiens secara bersamaan.

Namun tanpa kehadiran audiens yang loyal, strategi mahal ini bisa jadi hanya sekadar langkah besar tanpa hasil nyata.

Topik Menarik