5 Fakta Terbaru Kasus Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Andrie Yunus
JAKARTA, iNews.id - Kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus memasuki babak baru. Andrie mengalami luka serius di sekujur tubuh terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata.
Dari hasil pemeriksaan, Andrie mengalami luka bakar sebanyak 24 persen. Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi usai Andrie melakukan podcast bertema "Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia".
Bagaimana perkembangan fakta terbaru kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS Andrie Yunus?
Fakta Terbaru Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS
- 1. Viral Foto Pelaku Penyiraman Air Keras
Viral di media sosial foto diduga pelaku penyiraman air keras ke Andrie Yunus. Bahkan, foto tersebut diunggah oleh Anggota Komisi XIII DPR Rieke Diah Pitaloka. Ia meminta agar tidak terjadi salah tangkap.
"Ini muka pelaku, jangan salah tangkap, #UsutTuntasDalang. #MakingIndonesia, mau kalian apakan negeri kami? #NeverGiveUpIndonesia," tulis Rieke dalam keterangan foto tersebut, dikutip dari akun Instagram @riekediahp, Minggu (15/3/2026).
Namun merespons hal itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan bahwa foto tersebut merupakan hasil artificial intelligence (AI).
“Itu AI,” kata Roby, dikutip Minggu (15/3/2026).
Roby menilai, keberadaan foto tersebut justru mempersulit identifikasi ciri-ciri para pelaku.
- 2. Pelaku Diduga Lebih dari 2 Orang
Polisi menduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang. Pihaknya pun berkomitmen mengungkap siapa sosok pelaku.
“Tidak menutup kemungkinan pelaku lebih dari 2 orang,” kata Roby.
“Nanti akan kita rilis setelah dilakukannya penyidikan secara scientific investigation. Polri berkomitmen untuk mengungkap semua perbuatan kekerasan kepada siapapun termasuk dalam peristiwa ini,” sambungnya.
- 3. Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Kasus
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memerintahkan agar kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus diusut tuntas. Dia menyatakan perkara itu akan diusut berdasarkan scientific crime investigation.
“Saat ini, saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan. Tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tentunya tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata Sigit di sela-sela kunjungannya di Stasiun Besar Surabaya Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (15/3/2026).
Dia menjelaskan, saat ini jajarannya tengah mengumpulkan informasi terkait peristiwa tersebut. Nantinya, kata dia, informasi yang diterima akan didalami.
- 4. Polisi Buka Posko Pengaduan
Saat ini polisi telah membuka posko pengaduan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. Masyarakat yang memiliki informasi soal peristiwa tersebut bisa melapor.
"Kami juga akan membuat posko pengaduan sehingga masyarakat yang mungkin mengetahui dan kemudian ingin menginformasikan maka bisa memberikan laporan langsung ke posko pengaduan, nanti kita bimbing," kata Sigit.
Ia meminta masyarakat tak perlu khawatir akan keselamatannya jika melaporkan tentang kejadian ini dan menjamin akan memberikan perlindungan.
- 5. Polda Metro Buru Pelaku
Polda Metro Jaya akan mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, mengikuti instruksi langsung dari Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan saat ini pihaknya tengah bekerja ekstra keras di lapangan. Fokus utama kepolisian adalah mengungkap identitas serta menangkap pelaku di balik aksi kriminal yang mencederai demokrasi tersebut melalui pendekatan scientific crime investigation.
"Bapak Kapolda Metro Jaya telah memberikan atensi khusus agar peristiwa penyiraman cairan berbahaya kepada rekan aktivis ini menjadi prioritas utama. Kami sedang melakukan analisis mendalam berbasis sains kriminalitas," kata Budi di Pos Pengamanan Ops Ketupat, Minggu (15/3/2026),
"Mari kita beri ruang kepada tim gabungan dari Polres Metro Jakarta Pusat dan Ditreskrimum Polda Metro Jaya untuk bekerja cepat segera mengungkap dan menangkap pelakunya," ungkapnya.










