Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Baru Iran
JAKARTA – Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengancam akan membunuh siapa pun yang menggantikan Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas sebagai pemimpin tertinggi Iran. Ancaman ini disampaikan beberapa saat sebelum Majelis Pakar Iran memilih Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi yang baru.
Ayatollah Ali Khamenei dan beberapa pejabat senior Iran lainnya tewas dalam gelombang pertama serangan udara Amerika Serikat (AS)-Israel yang diluncurkan pada 28 Februari. Setelah seminggu melakukan musyawarah, Majelis Pakar, sebuah badan ulama yang bertugas menyeleksi dan memilih pemimpin tertinggi baru, mengumumkan pada Senin (9/3/2026) bahwa putra Khamenei, Mojtaba, telah dipilih untuk menggantikannya.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun Farsi IDF beberapa jam sebelum Majelis mengumumkan keputusannya, tentara Israel mengeluarkan "peringatan" kepada para anggotanya.
"Tangan Negara Israel akan terus mengejar setiap pengganti dan setiap orang yang terlibat dalam pengangkatannya," kata IDF, sebagaimana dilansir RT. Pernyataan itu menambahkan bahwa mereka "tidak akan ragu untuk menargetkan" para ulama yang menghadiri pertemuan Majelis.
Pekan lalu, Israel menyerang markas Majelis di Qom, tetapi serangan itu gagal menggagalkan pemilihan pemimpin baru. Ali Larijani, pejabat keamanan tertinggi Iran, mengatakan penunjukan Mojtaba Khamenei menunjukkan bahwa AS dan Israel gagal menggunakan kematian Ali Khamenei untuk menabur kekacauan di negara itu.
Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sama-sama menyebut perubahan rezim sebagai salah satu tujuan perang mereka.
Trump menuntut "penyerahan tanpa syarat" dan mengatakan pemimpin tertinggi Iran berikutnya tidak akan "bertahan lama" kecuali Teheran tunduk pada tuntutannya. Namun, para pejabat dan militer Iran bersumpah untuk melanjutkan perlawanan mereka.








