Selat Hormuz Ditutup imbas AS-Israel Serang Iran, Mentan Amran: Indonesia Aman

Selat Hormuz Ditutup imbas AS-Israel Serang Iran, Mentan Amran: Indonesia Aman

Terkini | inews | Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan Indonesia aman saat Selat Hormuz ditutup imbas Amerika Serikat (AS) dan Israel menyerang Iran. Menurutnya, komoditas sejumlah pangan mengalami swasembada.

Amran mengatakan surplus pangan nasional saat ini cukup memenuhi kebutuhan masyarakat. Dia tidak ingin terjebak pada pesimistis dunia global atas akibat yang ditimbulkan konflik, termasuk prediksi terhambatnya pasokan penunjang produksi pangan seperti pupuk, yang bergantung impor.

Amran menitikberatkan swasembada pangan yang ada justru membuat Indonesia sebagai eksportir. Terkini, Indonesia dapat ekspor sejumlah komoditas termasuk telur kemasan ke sejumlah negara di Asia.

"Kami optimistis. Jangan berandai-andai (dampak konflik). Ini sudah ekspor (telur kemasan) Minggu depan kami ekspor beras," kata Amran saat ditemui di kantor Kementan, Selasa (3/3/2026). 

"Swasembada beras itu sudah dominan di sektor pangan kita. Swasembada beras Insya Allah, 3,7 juta ton dan ini tidak pernah terjadi selama republik ini berdiri. Doakan itu (stok beras) di April 5 juta ton dan tanpa impor," sambung dia.

Meski begitu, ia menyoroti jalur perdagangan internasional yang terancam setelah Iran memblokade Selat Hormuz. Dari blokade itu, bakal berpotensi besar terjadi inflasi pada sejumlah komoditas pangan. Sehingga perlu mitigasi risiko dalam kesiapan pangan nasional.

"Kami harus pastikan dengan kondisi geopolitik yang tidak menentu. Ini hampir pasti harga bahan-bahan bisa naik. (Tapi) kita cukup protein, Indonesia aman," katanya.

Perlu diketahui, impor pupuk yang menjadi penunjang produksi pangan di Indonesia seperti beras jumlahnya cenderung naik setiap tahun. Seperti impor pupuk pada periode 2020 yang tembus 6,2 juta ton, dan naik sampai 7,52 juta ton pada 2024.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga menunjukkan ketergantungan Indonesia akan impor pupuk berasal dari negara-negara yang bersinggungan dengan eskalasi konflik di Timur Tengah, seperti Mesir dan Rusia.

Topik Menarik