Iran Genting! Banyak Negara Minta Warganya Segera Pergi
JAKARTA, iNews.id - Semakin banyak negara meminta warganya untuk segera meninggalkan Iran di tengah rencana serangan Amerika Serikat (AS) terhadap negara itu.
Pemerintah Belgia, Jumat (27/2/2026), mendesak warganya menghindari perjalanan ke Iran, Israel, dan Lebanon, dengan alasan meningkatnya ketegangan di kawasan. Selain itu warga Belgia yang berada di Iran diminta segera meninggalkan negara itu.
“Mengingat situasi yang tidak stabil di kawasan selama beberapa hari terakhir, saya ingin mengulangi peringatan perjalanan yang saat ini berlaku serta menyarankan semua warga Belgia di kawasan untuk tetap waspada, mengikuti instruksi otoritas setempat, dan berkonsultasi dengan nasihat perjalanan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Maxime Prevot, dalam pernyataan di media sosial X.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Italia juga mengeluarkan pernyataan serupa di hari yang sama, mendesak warganya untuk meninggalkan Iran serta tidak menganjurkan perjalanan ke Irak dan Lebanon.
Kemlu juga menyerukan warganya di Israel untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kekhawatiran keamanan.
"Kementerian Luar Negeri menegaskan peringatan yang telah dikeluarkan selama beberapa pekan kepada warga Italia di Iran untuk meninggalkan negara itu dan untuk berhati-hati di seluruh wilayah karena kemungkinan aktivitas militer baru," bunyi pernyataan Kemlu Italia.
Selain itu Italia juga mendesak warganya untuk menghindari perjalanan ke Irak dan Lebanon.
"Situasi keamanan tetap bergejolak di level kawasan. Kedutaan besar Italia lain di seluruh wilayah tetap siaga tinggi dan terus berhubungan dengan Unit Krisis, dengan tujuan bersama untuk membantu warga Italia yang membutuhkan," demikian isi pernyataan.
Kemlu Yunani juga menyerukan warganya untuk menghindari kunjungan, kecuali yang benar-benar diperlukan, ke Israel, wilayah Palestina, dan Iran.
Langkah yang sama diambil Polandia. Kemlu Polandia, dalam pernyataan di media sosial X, mengungkapkan situasi keamanan di Timur Tengah tidak stabil.
"Risiko eskalasi tinggi. Wilayah udara untuk lalu lintas sipil mungkin ditutup. Kepulangan melalui udara mungkin tidak mungkin atau sangat terhambat," bunyi pernyataan.
Kemlu menyerukan warga Polandia di Iran, Lebanon, dan Israel untuk mengamankan aset keuangan, selalu membawa paspor, ponsel, dan obat-obatan dasar.










