Waswas Perang dengan Iran, Netanyahu: Ketidakpastian Selimuti Israel
TEL AVIV, iNews.id - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengakui negaranya berada dalam bayang-bayang ketidakpastian jika perang terbuka dengan Iran benar-benar pecah.
Dalam pidatonya di parlemen Knesset, Netanyahu menggambarkan situasi yang dihadapi Israel sebagai salah satu periode paling genting dalam sejarah modernnya.
“Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi besok,” ujarnya, seraya menekankan masa depan Israel dalam beberapa waktu ke depan dipenuhi tanda tanya besar.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan serta ancaman konfrontasi langsung antara Israel dan Iran, terutama jika Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Teheran.
Ancaman dan Balasan
Netanyahu memperingatkan Iran akan melakukan “kesalahan terbesar dalam sejarahnya” jika berani menyerang Israel. Dia menegaskan respons Israel akan sangat keras.
Sebelumnya, pejabat Iran menyatakan Israel akan menjadi target jika AS menggempur wilayah mereka. Pernyataan tersebut memicu kekhawatiran publik Israel, mengingat pengalaman perang 12 hari pada Juni 2025 yang menyebabkan sejumlah kota besar porak-poranda akibat serangan rudal balistik.
Situasi itu menunjukkan kemampuan militer Iran yang dinilai semakin sulit dibendung.
Rapat Keamanan Tertutup
Stasiun televisi Channel 13 melaporkan Netanyahu telah menggelar pertemuan terbatas bersama Menteri Pertahanan Israel Katz, Kepala Staf Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Eyal Zamir, Kepala Mossad David Barnea, dan Kepala Intelijen Militer Shlomi Binder.
Pertemuan itu membahas skenario jika AS menyerang Iran serta kemungkinan pembatasan yang diberlakukan Washington terhadap Tel Aviv pada jam-jam awal konflik.
Israel disebut tengah menyiapkan berbagai opsi, termasuk respons cepat apabila Iran meluncurkan rudal balistik ke Tel Aviv. Dalam skenario tersebut, Israel diyakini akan mendapat lampu hijau dari AS untuk segera melakukan serangan balasan.










