Pemerintah dan Hippindo Gelar BINA Lebaran 2026, Targetkan Transaksi hingga Rp50 Triliun
IDXChannel – Pemerintah bersama Himpunan Peretail dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) menggelar program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026 yang akan digelar pada 6-30 Maret 2026.
Program tersebut ditargetkan mencapai nilai transaksi hingga lebih dari Rp50 triliun. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Wakil Ketua Umum Hippindo, Fetty Kwartati, mengatakan BINA merupakan program yang diinisiasi bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan telah memiliki target jelas di setiap momentum perayaan besar.
"BINA Lebaran tahun ini, periode 6 sampai 30 Maret 2026 targetnya adalah Rp50 triliun lebih. Pesertanya 800 brand kurang lebih 80 gerai dan juga diikuti lebih dari 400 anggota mall di seluruh Indonesia," ungkapnya dalam konferensi pers yang digelar di Kota Kasablanka, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas Direktur Perdagangan Melalui Sistem Elektronik dan Perdagangan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag), Bambang Wisnubroto, menegaskan BINA Lebaran bukan sekadar program rutin.
Berkas Perkara Kasus Ijazah Jokowi Dilimpahkan, Kubu Roy Suryo Cs: Tak Miliki Dasar Hukum Kuat
Menurutnya, BINA merupakan instrumen strategis untuk memacu konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut, pada penyelenggaraan tahun lalu realisasi transaksi BINA Lebaran mencapai sekitar Rp32,7 triliun atau 90 persen dari target yang ditetapkan.
"Tentunya ini perlu sinergi kita bersama, kita dukung sama-sama agar target yang meningkat kurang lebih 50 persen dibanding tahun lalu ini bisa kita capai Ini perlu kolaborasi dan sinergi kita semua, baik sisi pemerintah maupun sisi teman-teman pelaku usaha," kata Bambang.
Ia menambahkan, integrasi dengan program prioritas Kementerian Pariwisata, dukungan promosi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sinergi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Peritel menjadi kunci optimisme pemerintah.
"Kita harus memastikan tidak ada celah kelesuan, ini bahasa menarik menurut saya, celah kelesuan gitu jangan sampai ada celah kelesuan, Rohana, Rojali segala macam ya jadi kita harus memastikan tidak ada celah kelesuan konsumsi setelah masa festive awal tahun ini berakhir," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)










