Performa PSIM Yogyakarta Tetap Dipuji meski Kalah 1-2 dari Borneo FC
PELATIH PSIM Yogyakarta, Jean Paul van Gastel, tetap puas dengan performa anak asuhnya meski kalah 1-2 dari Borneo FC dalam lanjutan Super League 2025-2026. Hasil negatif itu diraih hanya karena kurang beruntung.
Duel Borneo FC vs PSIM Yogyakarta itu digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu 1 Februari 2026. Laga berjalan cukup seru sepanjang 90 menit.
1. Tidak Berpihak
Tuan rumah membuka keunggulan lewat Kaio Nunes pada menit ke-29 sebelum Koldo Obieta memastikan kemenangan di masa injury time menit 90+2. PSIM sempat menyamakan asa melalui eksekusi penalti Ze Valente pada menit ke-82.
Hadiah penalti itu diberikan setelah Ghulam Fatkur dijatuhkan Dika Kuswardana di dalam kotak terlarang. Keputusan wasit menjadi momentum bagi tim tamu untuk kembali ke dalam pertandingan.
Namun hasil akhir tetap tidak berpihak kepada PSIM yang gagal menambah koleksi angka. Dengan 30 poin, tim asal Yogyakarta itu masih tertahan di posisi ketujuh klasemen sementara.
Di sisi lain, kemenangan ini mendongkrak posisi Borneo FC ke peringkat kedua. Pesut Etam kini mengoleksi 43 poin, terpaut satu angka saja dari Persib Bandung yang memimpin dengan 44 poin.
Van Gastel mengakui hasil tersebut bukan yang diharapkan timnya. Sebab menurutnya, performa tim meningkat ketimbang pertandingan sebelumnya.
"Saya rasa jika Anda melihat pertandingannya, saya pikir itu adalah permainan yang terbuka. Ada peluang di kedua sisi dan saya pikir itu sangat menyenangkan untuk ditonton,” kata van Gastel dilansir dari laman resmi I.League, Selasa (3/2/2026).
"Pada dasarnya saya pikir kami bermain cukup bagus, sama seperti saat melawan Persebaya, hanya saja kami berada di sisi skor yang belum beruntung. Cara kami menampilkan performa di lapangan, saya pikir itu sangat positif,” tambah pelatih asal Belanda itu.
2. Tak Boleh Larut dalam Kekecewaan
Senada dengan sang pelatih, kapten Reva Adi Utama juga menyampaikan rasa kecewanya karena gagal membawa pulang poin. Tetapi, ia ingin Laskar Mataram tak larut dalam kekecewaan.
“Mungkin ini bukan hasil yang kami inginkan karena kami datang ke sini bermain untuk menang. Tapi di momen ini, kami sedang membangun sistem dan pelatih sedang membangun identitas cara kami bermain,” kata Reva Adi.
"Saya harap teman-teman untuk tetap menjaga motivasi dan semangat agar bisa mendapat poin di pertandingan berikutnya,” sambungnya.
Selanjutnya, PSIM Yogyakarta akan berhadapan dengan Persis Solo. Pertandingan bertajuk Derby Mataram itu akan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Jumat 6 Februari 2026.










