Capgemini Jual Anak Usaha di AS Imbas Masalah Kontrak dengan ICE
IDXChannel - Perusahaan IT asal Prancis, Capgemini, akan menjual anak perusahaannya di Amerika Serikat, Capgemini Government Solutions (CGS), setelah mendapat tekanan untuk menjelaskan kontrak CGS oleh badan penegak hukum imigrasi AS, U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE).
Dilansir dari CNA, Minggu, (1/02/2026), sejumlah anggota parlemen Prancis, termasuk Menteri Keuangan Roland Lescure, meminta Capgemini memberikan klarifikasi atas kontrak tersebut karena kekhawatiran terhadap metode penegakan hukum yang digunakan ICE.
"Capgemini menilai bahwa batasan hukum yang biasa diberlakukan di Amerika Serikat terhadap kontrak dengan entitas federal yang melakukan aktivitas rahasia tidak memungkinkan Grup untuk menjalankan kendali yang tepat atas aspek-aspek tertentu dari operasi anak perusahaan ini guna memastikan keselarasan dengan tujuan Grup," demikian pernyataan perusahaan tersebut.
Capgemini mengatakan proses divestasi akan segera dimulai, meski tidak menyebutkan bahwa penjualan tersebut sepenuhnya dipicu oleh kontrak CGS dengan ICE. CGS sendiri hanya menyumbang sekitar 0,4 persen dari estimasi pendapatan Capgemini pada 2025 dan kurang dari 2 persen dari total pendapatan perusahaan di Amerika Serikat.
CEO Capgemini, Aiman Ezzat, pekan lalu menyatakan bahwa perusahaan baru mengetahui secara rinci sifat kontrak yang diberikan kepada CGS oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dan ICE pada Desember 2025.
Namun, ia menegaskan bahwa Capgemini tidak memiliki akses terhadap informasi atau kontrak rahasia yang berkaitan dengan operasi teknis CGS, sesuai dengan ketentuan keamanan pemerintah AS.
Ezzat menambahkan, pihaknya akan meninjau kembali isi dan cakupan kontrak tersebut serta prosedur pengadaan yang dijalankan.
(Febrina Ratna Iskana)










