Anggaran Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bencana Sumatera Tembus Rp73,98 Triliun

Anggaran Rekonstruksi dan Rehabilitasi Bencana Sumatera Tembus Rp73,98 Triliun

Berita Utama | idxchannel | Rabu, 28 Januari 2026 - 10:10
share

IDXChannel - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyebut total kebutuhan anggaran untuk program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana Sumatera tembus Rp73,98 triliun. 

Penanganan difokuskan pada infrastruktur Bina Marga, Sumber Daya Air, Cipta Karya,dan Prasarana Strategis dengan mengedepankan prinsip build back better, yaitu membangun kembali infrastruktur yang terdampak. 

"Anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi ini tidak hanya bertujuan memulihkan kondisi masyarakat terdampak bencana, tetapi juga meningkatkan kualitas infrastruktur dan keberlanjutan pelayanan publik secara jangka panjang," kata Dody dalam raker Bersama Komisi V DPR RI, Selasa (27/1/2026). 

Dari anggaran tersebut, sekitar Rp4,8 triliun dialokasikan untuk tahap tanggap darurat, sementara sekitar Rp69 triliun diperuntukkan bagi tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.

Mekanisme pelaksanaan, pembiayaan serta skema kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam Rencana Induk build back better mengacu pada Keputusan Presiden No 1 Tahun 2026.

Untuk 2025, Kementerian PU telah merealisasikan anggaran tanggap darurat sebesar Rp576 miliar dalam mendukung penanganan awal bencana dan pemulihan fungsi dasar infrastruktur di wilayah terdampak di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Selanjutnya pada 2026, dibutuhkan anggaran tanggap darurat sebesar Rp4,27 triliun, serta anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi sebesar Rp24,55 triliun untuk melanjutkan pemulihan infrastruktur sumber daya air, jalan dan jembatan, permukiman, serta prasarana dasar lainnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

Kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur tersebut direncanakan berlanjut hingga 2028. Untuk 2027, kebutuhan anggaran diproyeksikan sebesar Rp28,37 triliun, sedangkan pada tahun anggaran 2028 dibutuhkan anggaran sekitar Rp16,22 triliun.

"Kami memastikan proses implementasi penanganan bencana di Sumatera dapat berjalan efektif, efisien, terukur, dan akuntabel, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat," tutur Dody.

(DESI ANGRIANI)

Topik Menarik