Trump Ungkap Alasan Ngotot Rebut Greenland: Sistem Senjata Canggih Golden Dome

Trump Ungkap Alasan Ngotot Rebut Greenland: Sistem Senjata Canggih Golden Dome

Terkini | inews | Minggu, 18 Januari 2026 - 06:27
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengungkap alasan strategis di balik ambisinya mencaplok Greenland. Di luar kepentingan geopolitik dan ekonomi, Trump menegaskan pulau raksasa di kawasan Arktik itu krusial bagi sistem pertahanan berbasis luar angkasa AS yang dikenal sebagai Golden Dome.

Trump menyebut Greenland memiliki posisi geografis yang sangat menentukan bagi efektivitas sistem pertahanan tersebut.

“Ini adalah sistem yang sangat brilian, tetapi juga sangat kompleks. Golden Dome hanya bisa bekerja secara maksimal dari sisi sudut, ukuran, dan batas wilayah jika Greenland menjadi bagian dari sistem itu,” kata Trump, dalam pernyataannya di akun media sosial Truth Social, Minggu (18/1/2026).

Menurut Trump, tanpa integrasi Greenland, Golden Dome tidak akan berfungsi pada tingkat efisiensi tertinggi untuk melindungi wilayah Amerika Serikat dari ancaman rudal jarak jauh

Trump bahkan tak segan menjatuhkan sanksi ekonomi terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencana tersebut. Melalui akun media sosial Truth Social, Trump mengumumkan penerapan tarif tambahan sebesar 10 persen terhadap delapan negara Eropa mulai 1 Februari 2026. Tarif itu akan dinaikkan menjadi 25 persen pada 1 Juni 2026 jika upaya merebut Greenland dari Denmark gagal total.

Delapan negara yang dikenai tarif adalah Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia.

Trump menegaskan tarif tersebut akan terus berlaku sampai Greenland resmi menjadi bagian dari AS.

Trump juga menyinggung hubungan ekonomi AS dengan Eropa selama ini. Menurut dia, AS telah lama memberi berbagai subsidi dan kemudahan perdagangan kepada Denmark serta negara-negara Uni Eropa tanpa mengenakan tarif masuk yang setara. Karena itu, penolakan terhadap rencana AS dinilainya sebagai sikap tidak adil.

Meski meningkatkan tekanan lewat tarif, Trump menyatakan tetap membuka pintu diplomasi. Dia mengaku siap segera melakukan negosiasi dengan Denmark dan negara-negara terkait untuk menyelesaikan status Greenland.

Topik Menarik