Kisah Akhir Perjalanan Fajar Fathur Rahman: Pamit dari Borneo FC demi Tantangan Baru
SAMARINDA – Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola nasional setelah Fajar Fathur Rahman resmi memutuskan untuk menyudahi kebersamaannya dengan Borneo FC. Pemain andalan Timnas Indonesia U-23 yang telah menjadi ikon muda Pesut Etam selama lima tahun terakhir ini menyampaikan salam perpisahan yang menyentuh hati bagi seluruh elemen klub dan suporter.
Tahun 2020 menjadi awal mula dedikasi Fajar bersama Borneo FC. Pemain kelahiran Manokwari, Papua Barat, tersebut tumbuh menjadi salah satu talenta muda paling menonjol yang pernah dimiliki Pesut Etam, di mana performa konsistennya di sisi lapangan kerap membuatnya menjadi langganan panggilan Timnas kelompok umur.
1. Keputusan Sulit
Namun, secara tidak terduga, Fajar mengumumkan petualangannya bersama Borneo FC telah mencapai titik akhir. Ia mengakui meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya tersebut merupakan keputusan paling berat yang harus ia ambil dalam perjalanan karier profesionalnya sejauh ini.
“Setelah 5 tahun bersama Borneo FC saatnya bagi saya untuk menginformasikan bahwa hari ini menjadi hari terakhir saya menjadi bagian dari klub ini. Ini merupakan keputusan tersulit yang pernah saya buat dalam karier saya,” tulis Fajar melalui akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (1/1/2026).
“Klub ini telah menjadi bagian dari seluruh hidup saya selama 5 tahun ini, datang dari anak usia muda yang belum mempunyai semuanya, dan sekarang mengakhirinya dengan mental dan karakter yang kuat,” tambahnya.
2. Misi Keluar dari Zona Nyaman
Hingga saat ini, Fajar belum mengungkap pelabuhan baru tempat ia akan berlabuh musim depan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa langkah ini diambil murni karena keinginan besar untuk mencari atmosfer baru dan menguji kemampuannya di luar lingkungan yang sudah sangat familiar baginya.
“Tapi semua keputusan ini adalah tentang keluarga, mengalami tantangan baru, membawa diri keluar dari zona nyaman saya, dan mendorong diri saya untuk lebih baik secara profesional maupun pribadi,” ungkap Fajar.
Prabowo Pastikan Bangun Jembatan dan Perbaiki Rumah Rusak Akibat Bencana di Padang Pariaman
Lebih lanjut, Fajar menghaturkan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar Borneo FC. Ia merasa bangga dan bersyukur pernah menjadi bagian dari tim kebanggaan masyarakat Samarinda tersebut, sembari menegaskan bahwa identitas Pesut Etam akan selalu melekat di hatinya.
“Dari lubuk hati saya paling dalam, saya berterima kasih kepada Presiden Klub Bos Nabil Husein Said Amin, pelatih saya, manajer saya, rekan tim saya, seluruh staf, serta pendukung kami yang luar biasa selama 5 tahun terakhir,” sambung Fajar.
“Saya merasa sangat diberkati karena telah diberikan kesempatan untuk mewujudkan impian saya disini serta beruntung untuk hidup bersama kalian semua. Cinta saya untuk klub ini tidak akan pernah mati,” pungkasnya.









