Trump Usir Imigran Somalia dari Amerika, Sebut Tak Berguna

Trump Usir Imigran Somalia dari Amerika, Sebut Tak Berguna

Terkini | inews | Rabu, 3 Desember 2025 - 11:24
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap komunitas imigran, kali ini menyasar warga Somalia. 

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Selasa (2/12/2025), Trump terang-terangan menyebut imigran Somalia “tidak berkontribusi apa pun” bagi Amerika dan menegaskan niatnya untuk mengusir mereka dari negara tersebut.

Pernyataan itu menjadi salah satu serangan paling keras Trump terhadap kelompok imigran tertentu sepanjang masa kepemimpinannya.

“Saya tidak ingin mereka berada di negara kita,” kata Trump dengan nada tegas. 

Dia bahkan menyebut Somalia sebagai negara yang “busuk”, komentar yang memicu kecaman luas.

Mengaitkan Kejahatan dengan Imigran Somalia

Komentar Trump disampaikan hanya beberapa hari setelah pemerintahannya menghentikan program suaka, menyusul insiden penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington DC oleh imigran asal Afghanistan. Meski pelaku bukan berasal dari Somalia, Trump memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas retorika anti-imigrannya, termasuk terhadap komunitas Somalia yang telah tinggal di AS sejak tahun 1990-an.

Trump menuding warga Somalia kerap bergantung pada bantuan sosial tanpa memberikan timbal balik yang berarti. 

“Mereka tidak berkontribusi apa pun,” ujarnya lagi, mengulang tuduhan bahwa kehadiran imigran Somalia justru menjadi beban bagi negara.

Minnesota Jadi Sasaran Utama

Sasaran utama Trump adalah Negara Bagian Minnesota, rumah bagi salah satu komunitas Somalia terbesar di AS. Dia bahkan menuduh negara bagian itu sebagai “pusat aktivitas pencucian uang ilegal” tanpa memberikan bukti konkret.

Trump juga berjanji mencabut perlindungan hukum sementara bagi warga Somalia di Minnesota, langkah yang langsung memicu kekhawatiran di kalangan komunitas imigran dan aktivis hak asasi manusia. Banyak pihak menilai tindakan tersebut bisa membuka jalan bagi deportasi massal.

Gubernur dari beberapa negara bagian serta para pakar imigrasi mengecam retorika Trump, menyebutnya sebagai upaya menebar ketakutan dan sentimen rasial terhadap warga Somalia. 

Mereka menegaskan pernyataan presiden berpotensi memperburuk diskriminasi, merusak hubungan komunitas, dan menstigmatisasi warga imigran yang selama puluhan tahun telah menjadi bagian dari masyarakat Amerika.

Trump juga disebut meningkatkan serangannya setelah tuduhan tidak berdasar dari aktivis konservatif Christopher Rufo yang dimuat majalah City Journal. Rufo tanpa bukti menuduh sebagian dana program sosial di Minnesota mengalir ke kelompok militan Al Shabab di Somalia.

Serangan Politik terhadap Ilhan Omar

Pernyataan Trump ini juga dianggap kelanjutan dari kritik lamanya terhadap Ilhan Omar, anggota DPR AS asal Minnesota yang merupakan imigran Somalia. Omar telah menjadi target serangan politik Trump selama bertahun-tahun, dan langkah terbarunya dinilai sebagai cara menekan komunitas yang dianggap dekat dengan politisi Partai Demokrat tersebut.

Topik Menarik