Saudi Dorong Seluruh Faksi di Yaman Selatan Duduk Bareng untuk Akhiri Konflik
RIYADH, iNews.id - Arab Saudi menyambut baik permintaan Presiden Yaman Rashad al-Alimi untuk menggelar dialog membahas solusi yang adil terkait konflik di Yaman selatan. Saudi turut mendesak seluruh faksi di Yaman selatan untuk turut serta dalam upaya mengakhiri konflik.
Dalam keterangan yang dirilis Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arab Saudi melalui akun X resmi, disebut pertemuan tersebut berdasarkan permintaan al-Alimi berdasarkan pernyataan sebelumnya, yaitu bahwa satu-satunya cara untuk menyelesaikannya adalah melalui dialog dalam kerangka solusi politik komprehensif di Yaman.
"Dengan membangun hubungan erat antara kedua negara bersaudara dan apa yang dibutuhkan oleh kepentingan bersama dalam keadaan saat ini," tulis keterangan Kemlu Arab Saudi.
Kemlu Arab Saudi juga mendesak semua faksi di Yaman selatan untuk secara aktif mengambil bagian dalam konferensi untuk merumuskan kerangka kerja dan solusi yang adil dalam pembahasan persoalan yang ada di wilayah selatan negara itu.
Melansir Anadolu, Yaman telah mengalami eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak Selasa, setelah pasukan Dewan Transisi Selatan (STC) menguasai Hadhramaut dan Al-Mahra pada awal Desember. Kedua provinsi tersebut mencakup hampir setengah dari wilayah Yaman dan berbatasan dengan Arab Saudi.
Arab Saudi menuduh Uni Emirat Arab (UEA) telah mendorong pasukan STC untuk melakukan operasi militer di sepanjang perbatasan selatan kerajaan di Hadhramaut dan Al-Mahra. Namun, Abu Dhabi membantah tuduhan tersebut.
STC mengatakan bahwa pemerintah Yaman berturut-turut telah meminggirkan wilayah selatan secara politik dan ekonomi dan menyerukan pemisahan diri. Otoritas Yaman menolak klaim tersebut dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan negara.










