Hong Kong Ungkap Penyebab Awal Kebakaran Apartemen yang Tewaskan 151 Orang, Apa Itu?

Hong Kong Ungkap Penyebab Awal Kebakaran Apartemen yang Tewaskan 151 Orang, Apa Itu?

Terkini | inews | Selasa, 2 Desember 2025 - 03:05
share

HONG KONG, iNews.id - Pihak berwenang Hong Kong mengungkap penyebab sementara kebakaran blok apartemen Wang Fuk Court di Distrik Tai Po. Tujuh dari delapan gedung apartemen ludes terbakar pada Rabu pekan lalu, menewaskan 151 orang sejauh ini.

Jaring pengaman yang melapisi bagian luar gedung 31 lantai itu selama renovasi besar diketahui di bawah standar. Jaring tersebut yang membuat api dengan cepat menyebar ke seluruh lantai, bahkan menara apartemen di dekatnya.

Sekretaris Utama Hong Kong Eric Chan Kwok Ki mengatakan, para kontraktor menggunakan cara licik, yakni jaring campuran, yang tahan dan tidak tahan api. Padahal seharusnya seluruh jaring pengaman yang digunakan anti-api

"Sampel yang tidak memenuhi syarat ditemukan di tempat-tempat yang sulit dijangkau, di mana petugas pemadam kebakaran harus memanjat keluar guna menghindari deteksi dari pihak keamanan (apertemen)," ujarnya, seperti dikutip dari South China Morning Post, Selasa (2/12/2025).

Dia menambahkan, tujuh dari 20 sampel yang dikumpulkan dari empat gedung apartemen Wang Fuk Court pasca-kebakaran tidak memenuhi standar tahan api.

Delapan menara apartemen tersebut sedang menjalani renovasi yang dimukai sejak Juli 2024. Scaffolding bambu semakin membuat api mudah menjalar ke seluruh lantai.

Kebakaran terburuk di Hong Kong dalam beberapa dekade terakhir itu dimulai pada Rabu sore dan berlangsung selama 43 jam sebelum benar-benar dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

Api menghanguskan tujuh apartemen, termasuk lebih dari 1.900 unit tempat tinggal.Kompleks tersebut terdiri atas delapan menara dengan perkiraan populasi lebih dari 4.600 jiwa.

Sejauh ini pihak berwenang telah menangkap 14 orang, termasuk kontraktor utama, konsultan teknik, dan subkontraktor dari perusahaan yang bertanggung jawab pada scaffolding

Sementara itu jumlah korban tewas hingga Senin (1/12/2025) malam bertambah menjadi 151 orang dan 79 lainnya luka.

Pihak berwenang menyatakan, 159 penghuni masih hilang, namun kemudian merevisi bahwa mereka dalam kondisi aman.

Meski demikian, Tsang Shuk Yin, polisi yang bertanggung jawab atas unit penyelidikan Kepolisian Hong Kong, mengatakan sekitar 40 orang masih hilang.

Menurut Tsang, angka korban hilang 100 orang lebih tidak didasarkan pada data yang valid dan informasi lengkap.

Topik Menarik