Terungkap Masa Kelam Keluarga Anak Bunuh Ibu Kandung di Sukabumi, Kisahnya Tragis

Terungkap Masa Kelam Keluarga Anak Bunuh Ibu Kandung di Sukabumi, Kisahnya Tragis

Terkini | inews | Rabu, 15 Mei 2024 - 14:44
share

SUKABUMI, iNews.id - Rahmat alias Herang (26 tahun) warga Kampung Cilandak, Desa Sekarsari, Kecamatan Kalibunder, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memiliki masa kelam. Masa lalu ini terungkap terkait aksinya yang keji membunuh ibu kandungnya, yakni Inas berusia 45 tahun. 

Masa lalu kelam itu dikisahkan oleh warga sekitar. Warga menduga aksi keji Herang dipengaruhi masa lalunya yang kelam. Kisah tersebut dinilai berkaitan dengan yang dialami keluarganya. 

Dahulu ayahnya tewas dibunuh massa yang menuduhnya sebagai dukun santet. Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar 1999, ketika isu dukun santet sedang marak.

"Dia ceritanya seperti itu, dulu katanya perkiraan Tahun 1999 kurang lebih saat itu ramai-ramainya soal isu dukun santet, (ayah Herang) jadi kena tuduh santet," ujar Kepala Desa Sekarsari  Awan Kurniawan, Rabu (15/5/2024).

Dia mengungkapkan, peristiwa tragis yang menimpa ayahnya kemungkinan besar berdampak buruk pada kondisi mental Herang. Dari pengamatannya, Herang terlihat sering bingung dan tatapannya kosong saat ditangkap polisi.

"Dulunya itu, mungkin ini ya perkiraan atau dugaan saya mentalnya itu dia kan dewasa, mungkin dia dapat cerita itu dari orang-orang. Jadi sakapeung kitu sakapeung kieu, seuseuitan (Seperti orang bingung)," ucapnya.

Tokoh masyarakat setempat, H Deris juga mengungkapkan cerita yang sama. Dia menyampaikan, ayah Herang dibunuh oleh massa yang menuduhnya sebagai dukun santet. 

Menurutnya, Herang merupakan anak yang polos dan tidak pernah terlibat dalam kasus kriminal atau penyalahgunaan narkoba.

"Anak itu dahulu orang tuanya juga dibunuh, oleh massa. Jadi ke fitnah jadi tukang eta lah (dukun santet) zaman dulu, menurut keterangan begitu kalau saya kan dulu jarang di rumah. Anaknya polos, tidak pernah terlibat kasus kriminal atau terlibat narkoba," ucapnya.

Sementara itu, dalam kasus ini polisi akan memeriksa kondisi kejiwaan Herang. Meski sejauh ini polisi tidak menemukan tanda-tanda gangguan mental yang signifikan, mereka tetap akan memanggil psikolog untuk memastikan kondisi pelaku.

"Dia diam saat ditanya apakah menyesal, sepertinya ada keterlambatan dalam berpikir, kita akan panggil psikolog untuk mengecek kondisi kejiwaanya, tapi sejauh ini komunikasi masih bisa, ditanya dia menjawab," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Ali Jupri.

Dia menuturkan, meski pelaku masih bisa berkomunikasi dengan baik, namun tatapan kosong dan perilaku bingung Herang mengindikasikan adanya masalah psikologis yang mendalam. 

"Pemeriksaan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap kondisi sebenarnya dari pelaku dan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai motif di balik pembunuhan tragis ini," tuturnya. 

Topik Menarik