Jokowi Bakal Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar

Jokowi Bakal Kunjungi Korban Banjir Lahar Dingin di Sumbar

Terkini | inews | Selasa, 14 Mei 2024 - 11:42
share

JAKARTA, iNews.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mengunjungi lokasi terdampak banjir lahar dingin dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar). Dia masih mengatur waktu yang tepat untuk ke sana.

"Saya juga ingin ke sana tetapi masih mengatur waktu. Karena juga di sana kondisinya jalan banyak yang longsor, pengungsi juga baru ditata. Kemudian nanti, kalau waktunya sudah ketemu, saya akan segera tinjau ke sana, ke Sumatra Barat dan baik memberikan bantuan dan memberikan solusi ke yang terdampak," kata Jokowi usai meninjau RS Konawe, Sulawesi Tenggara, Selasa (14/5/2024).

Jokowi memastikan selalu mengikuti perkembangan bencana yang menerjang enam kabupaten dan kota di Sumbar tersebut. Dia bahkan telah memerintahkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto untuk meninjau lokasi.

"Saya, ya saya mengikuti terus dengan seksama perkembangan banjir di Kabupaten Tanah Datar, di Sumatra Barat dan saya sudah memerintahkan ke Pak BNPB untuk segera ke sana," tutur dia.

Jokowi juga telah berkomunikasi dengan Suharyanto terkait kondisi terakhir pascabencana. 

"Sudah kami telepon juga perkembangannya seperti apa, kondisinya seperti apa, kami ikuti," kata Jokowi.

Diketahui, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mendorong pencarian dan pertolongan korban jiwa terdampak banjir lahar dingin dan longsor di Sumbar. 

Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan langkah penanganan darurat yang diambil pada bencana kali ini di antaranya pemulihan akses jalan darat dari daerah terdampak dengan alat berat, pembersihan material longsor, evakuasi korban hingga koordinasi dengan OPD terkait.

Berdasarkan laporan, Suharyanto menyampaikan, korban jiwa akibat bencana tersebut tercatat menjadi 50 orang. Sementara 27 lainnya hilang serta 37 orang luka-luka dan 3.396 jiwa mengungsi. Adapun perincian sebaran korban tewas yakni di Kota Padang Panjang 2 orang, Kabupaten Agam 20 orang, Kabupaten Tanah Datar 19 orang, Kota Padang 1 orang, Kabupaten Padang Pariaman 8 orang, 

"Datanya akan berkembang terus. Untuk membantu mencari (korban) yang masih hilang alat berat itu masuk harus secepat mungkin karena kan Basarnas punya golden time di 6x24 jam, kita akan tetap upayakan mencari sampai ketemu apabila ada pihak keluarga atau ahli waris yang minta tetap dicarikan ya kita harus cari," kata Suharyanto.

Topik Menarik