Pj Gubernur Sudah Keluarkan SE Pasca Kecelakaan Maut di Subang, Begini Kata Pengamat Pendidikan

Pj Gubernur Sudah Keluarkan SE Pasca Kecelakaan Maut di Subang, Begini Kata Pengamat Pendidikan

Terkini | cimahi.inews.id | Selasa, 14 Mei 2024 - 10:40
share

BANDUNG, iNewsCimahi.id - Pasca terjadi kecelakaan maut di kota Subang beberapa hari lalu, Pj Gubernur Jawa Barat  pun mengeluarkan surat edaran di wilayahnya. Imbauan tersebut bahwa study tour harus memperhatikan ilmu asas kebermanfaatan serta keamanan bagi seluruh peserta didik.

 

Melihat surat edaran tersebut, Pengamat Pendidikan Dan Satriana menanggapi hal tersebut, bahwa pihaknya surat edaran Pj Gubernur sudah tepat dan apresiasi karena dilakukan dengan cepat setelah musibah tersebut terjadi. 

 

"Mudah-mudahan hal tersebut juga diikuti oleh pemerintah kabupaten/kota yang berwenang mengelola pendidikan dasar sebagai bentuk kehatian-hatian," ujar Dan, Selasa (13/5/2024)

 

Namun surat edaran tersebut kata Dan, menjadi lebih efektif apabila segera ditindaklanjuti dengan pendataan dan evaluasi terhadap semua sekolah menengah yang sudah menyusun rencana kegiatan serupa di akhir tahun ajaran ini. 

 

Semua rencana dan persiapan study tour oleh sekolah perlu dievaluasi setidaknya agar sejalan surat edaran Gubernur. 

 

Bahkan Pemerintah dan Dinas Pendidikan jangan ragu untuk tidak memberikan ijin kepada sekolah yang terbukti tidak mengutamakan asas kemanfaatan serta keamanan sebagaimana diharapkan dalam surat edaran tersebut.

 

Bahkan lebih jauh lagi, Pemerintah dapat meminta sekolah untuk mempertimbangkan kembali kegiatan seperti study tour dengan kegiatan lain yang tetap memberikan manfaat yang sama, misalnya dengan mendorong siswa berkegiatan bersama keluarga dan lingkungan sekitar mereka selain kegiatan di sekolah. 

 

Selain memperkaya ilmu yang mereka terima di dalam kelas, kegiatan tersebut akan memperkaya Pendidikan karakter dengan mendorong siswa mengembangkan relasi sosial di luar lingkungan sekolah mereka.

 

Sebenarnya kegiatan seperti study tour yang tidak berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar berulang kali dikeluhkan orang tua antara lain dengan alasan membebani ekonomi sebagian orangtua dan peserta didik yang tidak ikut kegiatan tersebut.

 

"Kami sendiri menyarankan agar pemerintah yang berwenang sesuai jenjang pendidikan dapat memberikan himbauan kepada sekolah agar selektif melaksanakan study tour dan harus ditegaskan kegiatan tersebut bersifat sukarela serta tidak dikaitkan dengan akademik," kata Dan.

 

Ditambah dengan musibah ini, lanjut dia, perlu mengingat kembali dan belajar dari musibah dan kejadian sebelumnya, sekolah betul-betul harus mengutamakan keamanan, termasuk dalam memilih pihak ketiga untuk bekerjasama melaksanakan study tour tersebut. 

 

Sedangkan pemerintah melalui Dinas Pendidikan sesuai kewenangannya perlu melakukan pengawasan dengan ketat agar mengurangi keluhan masyarakat dan yang paling penting adalah menjaga kenyamanan dan keamanan semua pihak  selama kegiatan tersebut.

Topik Menarik