SBI 2024 Hari Kedua Lebih Meriah, Ada Gadis Kemayoran, Petruk Jadi Raja dan Flashmob

SBI 2024 Hari Kedua Lebih Meriah, Ada Gadis Kemayoran, Petruk Jadi Raja dan Flashmob

Terkini | badung.inews.id | Senin, 13 Mei 2024 - 20:50
share

SOLO, iNewsbadung.id - Hari kedua Festival Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2024 yang digelar Sabtu (11/5/2024) lebih meriah dibanding hari pertama, terbukti dari pengamatan iNewsbadung.id, jumlah pengunjung terlihat lebih banyak. 

Pengunjung yang memadati lapangan Balaikota Surakarta terlihat sangat antusias menikmati sajian hari kedua SBI 2024, di mana salah satunya adalah sajian tarian None Kemayoran yang berkisah tentang kehidupan tempo dulu para gadis di Kemayoran Jakarta. 

Pertunjukkan sekaligus tarian ini mengingatkan pada masyarakat tentang none Kemayoran yang pandai mengaji, menari dan bermain pencak silat. 

None Kemayoran dan pencak silat ini merupakan sajian dari Sanggar Bamus Betawi, sebuah organisasi dari Jakarta yang berada di bawah naungan pemerintah DKI Jakarta. 

Menurut Ketua Bamus Betawi, H. Eki Pitung, Sanggar Bamus Betawi sering mengadakan kegiatan kebudayaan dan terlibat dalam acara budaya, kuliner, ataupun pameran UMKM berkaitan dengan ciri khas daerah Jakarta.

Penampilan spesial lain adalah pertunjukkan dari Kembang Batavia Lenong Denes, dengan kesenian Lenong Betawi bertema “Petruk Jadi Raja”. 

 

Petruk jadi raja ini berkisah tentang Petruk, seorang yang selalu menyalahkan orang lain, serta kebijakan-kebijakan pemimpin. 

Petruk merupakan gambaran masyarakat yang jauh dari informasi akurat dan rendahnya pemahaman tentang beberapa kebijakan untuk kemakmuran rakyat.

Cerita ini mencerminkan ajaran tasawuf orang Jawa tentang memahami diri sendiri dan keegoan manusia. 

Apabila seseorang menyadari hakikat diri, maka dia akan bisa berdamai dengan pikiran, perasaan, nafsu, nyawa diri, sehingga melahirkan sang kebijakan yaitu Semar.

Selain dimeriahkan Kembang Batavia Lenong Denes (Jakarta) dan Sanggar Bamus Betawi (Jakarta), perhelatan SBI 2024 hari kedua juga dimeriahkan Sanggar Seni Kinanti Sekar (Yogyakarta), Sanggar Tari Tancep (Sragen), Sanggar Orek (Solo), Semarak Candrakirana Art Center (Solo), Komunitas Dahayu (Solo), Sanggar Seni Kembang Lawu (Karanganyar), Damar Art (Banyuwangi) dan Sanggar Darma Giri Budaya (Wonogiri) yang tampil pada penutupan festival dengan tarian Kethek Ogleng Pragosa Wana Krida. 

Sementara Teguh Prakosa, Wakil Walikota Surakarta dalam pidato penutupan memberikan apresiasi atas penyelenggaraan SBI 2024. 

 

Teguh Prakosa menghimbau agar budaya adiluhung ini ditempatkan di tempat lebih layak yang bernilai. 

"Budaya adiluhung ini harus kita tempatkan pada tempat yang layak, agar budaya kita bisa menjadi pemersatu rakyat Indonesia,” terang Teguh Prakosa. 

Selesainya rangkaian SBI 2024 ditandai juga dengan ditabuhnya kendang oleh Teguh Prakosa, serta flashmob bersama seluruh panitia, para penampil hari kedua dan penonton.

SBI 2024 hari kedua ini juga diwarnai dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada para penampil, yang diserahkan oleh Wakil Walikota Surakarta, didampingi Drs. Pandapotan Rambe M.SI., (Ketua Festival SBI) 2024, Apriza Rizaldi Na’im, S.H., serta R.Ay. Irawati Kusumorasri, M.Sn., (Penasehat Acara). 

Untuk menandai terjalinnya hubungan persaudaraan dan kerjasama antara Sanggar Bamus Betawi dengan tim Festival Semarak Budaya Indonesia, diserahkan penghargaan dari dan oleh Ketua Bamus Betawi, H. Eki Pitung dan  Apriza Rizaldi Na’im, S.H., Ketua Penyelenggara SBI 2024. 

Semoga tulisan tentang SBI 2024 hari kedua lebih meriah, ada Gadis Kemayoran, Petruk jadi raja dan flashmob, dapat bermanfaat bagi para pembaca, jangan lupa share dan nantikan selalu tulisan lain hanya di iNewsbadung.id. ***

Topik Menarik