Ternyata Ini Penyebab Banjir di Dubai, Mobil hingga Bandara Terendam! Kota Mewah Terkepung Air

Ternyata Ini Penyebab Banjir di Dubai, Mobil hingga Bandara Terendam! Kota Mewah Terkepung Air

Terkini | okezone | Kamis, 18 April 2024 - 08:08
share

JAKARTA - Uni Emirat Arab dilanda badai topan terburuk dalam sejarah 76 tahun. Bandara Internasional Dubai pun tergenang air sehingga mengganggu perjalanan lapangan terbang tersibuk di dunia tersebut.

Badai ini pun jadi pembelajaran bagi UEA yang jarang dilanda hujan, mengingat negara ini berada di Semenanjung Arab yang gersang.

Di mana banyak jalan dan kawasan lain yang tidak memiliki drainase karena kurangnya curah hujan yang teratur, sehingga menyebabkan banjir.

Pemerintah menyebut hujan pada hari Selasa 16 April sebagai "peristiwa cuaca bersejarah" yang melampaui apapun yang didokumentasikan sejak dimulainya pengumpulan data pada tahun 1949, sebelum ditemukannya minyak mentah di negara yang kaya akan energi ini. Ketika itu Uni Emirat Arab merupakan bagian dari protektorat Inggris yang dikenal sebagai Trucial States.

Badai, yang bergerak melalui wilayah gurun yang lebih luas di Semenanjung Arab, bisa jadi telah dipercepat oleh penerbangan "penyemaian awan" yang dilakukan oleh pihak berwenang sebelumnya.

Menurut data meteorologi di Bandara Internasional Dubai, curah hujan yang mulai turun pada Senin malam (15/4) mencapai sekitar 20 milimeter (0,79 inci), dan mulai membasahi kawasan gurun dan jalan-jalan raya. Badai semakin intensif sekitar pukul 9 pagi waktu setempat pada hari Selasa dan terus berlanjut sepanjang hari, mencurahkan lebih banyak hujan dan sekaligus hujan es ke kota yang mulai kewalahan.

Hingga Selasa malam lebih dari 142 milimeter (5,59 inci) curah hujan membasahi Dubai selama 24 jam. Rata-rata curah hujan selama satu tahun di Bandara Internasional Dubai yang merupakan pusat bagi maskapai penerbangan jarak jauh Emirates, mencapai 94,7 milimeter (3,73 inci).

Walhasil genangan air menggenangi taxiway saat pesawat mendarat.

Pada Selasa malam pihak berwenang bandara akhirnya menghentikan pesawat yang tiba. Sementara penumpang pesawat yang telah mendarat harus berjuang keras mencapai terminal melalui banjir yang menutupi jalan-jalan di sekitarnya.

Bandara Internasional Dubai pada Rabu pagi (17/4) mengakui banjir itu hanya meninggalkan “opsi terbatas” bagi mereka, dan menimbulkan dampak pada penerbangan karena sejumlah awak pesawat tidak dapat mencapai lapangan terbang.

Sekolah-sekolah di seluruh Uni Emirat Arab (UEA), sebuah federasi yang terdiri dari tujuh keemiran, sebagian besar ditutup menjelang badai. Jika memungkinkan, pegawat pegawai pemerintah diizinkan telework.

Topik Menarik