Dinilai Membahayakan, 4 Rumah di Kalitlaga Dirobohkan

Dinilai Membahayakan, 4 Rumah di Kalitlaga Dirobohkan

Terkini | banjarnegara.inews.id | Minggu, 11 Februari 2024 - 16:12
share

BANJARNEGARA,iNewsBanjarnegara.id-Setelah sejumlah warga yang tinggal di daerah terdampak tanah gerak di Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan diungsikan, petugas BPBD bersama dengan TNI, Polri, Relawan, serta masyarakat merobohkan sekitar 4 rumah warga yang dinilai membahayakan.

Perobohan rumah ini dilakukan untuk menghindari terjadinya korban jiwa jika terjadi bencana, terlebih rumah warga yang dironohkan ini berada di zona merah dan sudah membahayakan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banjarnegara Andry Sulistyo mengatakan, perobohan rumah ini sengaja dilakukan sebagai tindakan antisipasi, selain itu langkah ini juga diambil untuk memberikan rasa aman bagi warga, termasuk memilah dan memilih material rumah yang masih bisa dimanfaatkan.

Untuk sementara, para warga yang rumahnya rata dengan tanah serta terancam saat ini sudah mengungsi di tempat yang lebih aman, tak hanya itu pemerintah juga masih melakukan pencarian lokasi yang aman untuk relokasi warga terdampak.

"Perobohan rumah ini dilakukan untuk mengurangi risiko bahaya bagi warga, sebab kondisi empat rumah yang kami robohkan ini sudah membahayakan. Setelah dirobohkan, warga juga masih bisa mencari puing bangunan yang masih bisa digunakan," ujarnya.

Seperti diketaui, akibat tanah gerak yang terjadi di wilayah Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan Banjarnegara, 9 rumah milik warga rata dengan tanah dan 14 rumah lainnya terancam.

Kejadian tersebut bermula saat wilayah Kecamatan Pagentan diguyur hujan sejak siang hingga malam hari, puncaknya sekitar pukul 03.40 WIB, warga merasakan ada getaran dalam tanah. Kondisi ini menyebabkan 9 rumah ambruk dan rata dengan tanah, sementara 14 rumah lainnya sengaja dikosongkan karena kondisinya sudah membahayakan penghuni rumah.

Akibat tanah gerak tersebut, sejumlah rumah warga juga mengalami retak dan rusak, mulai dari kerusakan pada bagian tiang penyangga atap, tembok, hingga pondasi rumah yang bergeser. Hal ini tentu sangat membahayakan, terlebih curah hujan di wilayah Banjarnegara masih cukup tinggi.

"Untuk warga yang rumahnya hancur, saat ini sudah diungsikan ke tempat yang lebih aman," ujarnya.

Topik Menarik