Aksara Jawa Dikenalkan Lagi ke Generasi Muda, Ini Aksi Nyatanya!

Aksara Jawa Dikenalkan Lagi ke Generasi Muda, Ini Aksi Nyatanya!

Teknologi | inews | Senin, 31 Agustus 2026 - 16:04
share

JAKARTA, iNews.id — Di tengah derasnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari, keberadaan aksara tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal generasi muda. 

Salah satunya adalah Aksara Jawa atau Carakan yang kini kembali diperkenalkan kepada anak muda melalui lingkungan pendidikan, termasuk pesantren.

Upaya mengenalkan kembali Aksara Jawa tersebut dilakukan melalui program 'Pelatihan 6 Jam Bisa Baca-Tulis Carakan Jawa (Aksara Jawa)' yang digelar di dua pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur, yakni Pondok Pesantren Tambakberas Jombang dan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar Jombang.

Pelatihan tersebut berlangsung pada 27 dan 29 Agustus 2026 dengan dukungan PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Aksara Jawa bukan sekadar sistem tulisan tradisional. Keberadaannya merupakan bagian dari warisan budaya yang merekam sejarah dan identitas masyarakat Jawa. Namun, penggunaan aksara tersebut dalam kehidupan sehari-hari semakin terbatas seiring perubahan zaman dan dominasi alfabet Latin serta teknologi digital.

Karena itu, pengenalan Aksara Jawa kepada generasi muda menjadi salah satu cara untuk menjaga agar pengetahuan mengenai Carakan tidak berhenti pada generasi sebelumnya.

Direktur Utama PPA M Teguh Wirahadikusumah mengatakan, pelestarian budaya perlu dilakukan dengan melibatkan generasi muda sebagai bagian penting dari keberlanjutan budaya Nusantara.

"Ke depan, PPA akan terus memperkuat program TJSL yang berdampak nyata bagi masyarakat, merespons kebutuhan mendesak, dan mendukung pelestarian nilai-nilai budaya bangsa,” ujar Teguh dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).

Pemilihan pesantren sebagai salah satu lokasi pelatihan juga menjadi bagian penting dalam upaya tersebut. Lingkungan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai ruang pendidikan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi tempat untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya lokal kepada para santri.

Melalui pelatihan yang dirancang dalam waktu singkat, para peserta diperkenalkan pada kemampuan dasar membaca dan menulis Carakan Jawa. Pendekatan semacam ini diharapkan dapat membuat aksara tradisional terasa lebih dekat dan mudah dipelajari oleh generasi muda.

Pelestarian Aksara Jawa juga menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi tidak harus membuat budaya lama ditinggalkan. Justru, teknologi dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan kembali aksara tradisional kepada generasi yang sejak kecil terbiasa dengan perangkat digital.

Dengan demikian, keberlangsungan Aksara Jawa tidak hanya bergantung pada penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga pada seberapa jauh generasi muda mengenal, memahami, dan memiliki ketertarikan untuk mempelajarinya.

Program pelatihan di Jombang menjadi salah satu contoh bagaimana pengenalan budaya dapat dilakukan melalui ruang pendidikan. Harapannya, aksara yang selama berabad-abad menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Jawa tersebut tetap memiliki tempat di tengah perubahan zaman.

Topik Menarik