Pendapatan DeepSeek Tembus Rp1,25 Triliun, Melonjak 10 Kali Lipat

Pendapatan DeepSeek Tembus Rp1,25 Triliun, Melonjak 10 Kali Lipat

Teknologi | idxchannel | Rabu, 26 Agustus 2026 - 18:44
share

IDXChannel - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) China, DeepSeek, membukukan pendapatan sebesar 475 juta yuan (sekitar Rp1,25 triliun) dalam tujuh bulan pertama tahun ini.

Dilansir dari The Information pada Rabu (26/8/2026), angkanya meningkat hampir sepuluh kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama setahun sebelumnya.

Margin laba kotor bisnis application programming interface (API) mencapai 82,9 persen, jauh lebih tinggi daripada pesaing dari Amerika Serikat (AS), OpenAI dan Anthropic. 

Kerugian bersih menyempit menjadi 715 juta yuan pada Januari-Juli 2026, sementara pengeluaran infrastruktur melonjak menjadi 11 miliar yuan. 

Perusahaan berencana menggelar putaran pendanaan kedua yang menargetkan 50 miliar yuan, serta bersiap untuk pencatatan saham di Shanghai tahun depan. 

Industri AI global sedang mengalami pergeseran struktural: perusahaan semakin menyukai model yang hemat biaya daripada produk unggulan yang mahal. 

Margin laba kotor DeepSeek yang tinggi terutama didorong oleh pengendalian biaya operasional infrastruktur AI yang efektif. Perusahaan telah secara substansial mengurangi biaya inferensi model dengan meningkatkan efisiensi sistem AI dan menjalankan lebih banyak tugas dengan lebih sedikit chip.

Dalam tujuh bulan pertama, margin laba kotor DeepSeek secara keseluruhan adalah 44,6 persen, dengan bisnis API mencapai margin laba kotor sebesar 82,9 persen 

Angka ini termasuk yang tertinggi di industri AI global.  Sebagai perbandingan, OpenAI membukukan pendapatan sebesar USD5,7 miliar pada kuartal pertama tahun ini dengan margin laba kotor 39 persen.

Untuk lebih meningkatkan pendapatan, DeepSeek menaikkan harga API-nya bulan ini. Mengambil model unggulannya, V4-Pro, sebagai contoh, biaya output selama jam sibuk naik menjadi USD3,96 per juta token, dan USD1,98 selama jam di luar jam sibuk—peningkatan yang signifikan dari sebelumnya USD0,87.

Meskipun demikian, harga DeepSeek tetap termasuk yang terendah. Kimi K3 dari Moonshot AI mengenakan biaya $

USD15 per juta token untuk output, sementara Claude Opus 5 dari Anthropic berharga hingga USD25.  

Pertumbuhan pendapatan yang berkelanjutan juga mencerminkan semakin populernya model AI sumber terbuka DeepSeek di kalangan pengembang global. Seri unggulannya, V4, khususnya V4-Flash yang ringan, telah banyak diadopsi oleh pengembang di seluruh dunia karena biayanya yang rendah dan kemampuannya yang mumpuni. (Wahyu Dwi Anggoro)6

Topik Menarik