Kekuatan Kapal Selam Baru Israel Terungkap, Mampukah Iran Melawan?

Kekuatan Kapal Selam Baru Israel Terungkap, Mampukah Iran Melawan?

Teknologi | sindonews | Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:37
share

Israel diam-diam telah menugaskan kapal selam serang INS Draken, yang menampilkan desain baru yang diyakini akan secara signifikan memperluas kemampuan tempur jarak jauh angkatan lautnya.

Menurut media Israel, angkatan laut Israel baru-baru ini diam-diam menerima INS Drakon, sebuah kapal selam serang diesel-elektrik dari Jerman.

Kedatangan kapal selam ini menandai langkah maju yang besar dalam strategi angkatan laut Tel Aviv. Namun, Angkatan Pertahanan Israel (IDF) tampaknya membatasi penyebaran informasi tentang kapal selam baru tersebut.

Perusahaan Jerman ThyssenKrupp Marine Systems (TKMS) secara resmi menyerahkan INS Drakon, kapal selam kelas Dolphin-II (yang keenam) kepada Angkatan Laut Israel di galangan kapal Kiel.

Tidak seperti penyerahan kapal selam Israel sebelumnya, peristiwa ini berlangsung tanpa upacara atau pengumuman publik. Baru setelah penyerahan, kapal selam tersebut meninggalkan galangan kapal berbendera Israel untuk pertama kalinya dan melakukan uji coba laut di Teluk Kiel.

INS Draken saat ini merupakan kapal selam Israel tercanggih dan termahal hingga saat ini, dengan perkiraan biaya konstruksi sekitar 634 juta dolar AS.Penyerahan tersebut menandai selesainya program kapal selam yang merupakan salah satu pilar kemampuan strategis jarak jauh Israel. Namun, Draken juga berbeda dari kapal selam sebelumnya, dan perbedaan ini telah memicu spekulasi di kalangan analis pertahanan tentang potensi kemampuan baru yang dimilikinya.

Menurut laporan, INS Drakon memiliki panjang sekitar 73 meter, dibandingkan dengan 68,6 meter untuk kapal selam Dolphin-II sebelumnya, INS Tanin dan INS Rahav, yang mulai beroperasi pada tahun 2014 dan 2016.

Drakon juga memiliki menara komando yang jauh lebih besar, yaitu struktur di bagian atas kapal selam yang menampung sensor dan sistem lainnya.

Baik Israel maupun TKMS belum mengungkapkan alasan di balik desain yang lebih besar atau mengkonfirmasi sistem apa yang terpasang di dalamnya. Namun, para analis menduga perluasan tersebut mungkin terkait dengan kemampuan misi baru, termasuk potensi sistem peluncuran vertikal (VLS).

Perubahan ini dapat secara signifikan memperluas peran kapal selam dengan memungkinkan pengerahan senjata tambahan, rudal jelajah, kendaraan bawah air tanpa awak, peralatan intelijen, atau kemampuan operasi khusus. Beberapa analis berpendapat bahwa struktur yang diperluas ini mungkin berisi beberapa ruang peluncuran, meskipun konfigurasi pastinya masih belum diketahui.Kementerian PertahananIsrael menggambarkan kapal selam tersebut sebagai kapal yang memiliki "sistem unik" dan "teknologi terobosan" yang memperluas kemampuan operasional Angkatan Pertahanan Israel (IDF).

Sistem persenjataan INS Draken yang telah dikonfirmasi mencakup 10 tabung torpedo yang terletak di haluan, dengan 6 tabung standar 533 mm dan 4 tabung yang lebih besar 650 mm. Tabung yang lebih besar dapat menampung senjata yang lebih berat, peralatan khusus, atau kendaraan bawah air.

Selama beberapa dekade, kapal selam kelas Dolphin Israel telah dianggap secara internasional sebagai komponen penting dari kemampuan pencegahan strategisnya. Para analis asing telah lama berspekulasi bahwa armada kapal selam tersebut memberi Israel kemampuan serangan balasan di laut, sementara Israel mempertahankan kebijakan untuk tidak mengkonfirmasi maupun menyangkal kemampuan nuklirnya.

Kedatangan kapal selam Drakon tidak serta merta mengubah kemampuan strategis tersebut. Pertama, kapal selam tersebut perlu menyelesaikan integrasi operasional dengan angkatan laut Israel sebelum benar-benar dapat menjadi signifikansecara militer. Namun, para pejabat Israel menekankan bahwa kapal selam ini mewakili transformasi yang lebih luas yang sedang berlangsung di dalam angkatan laut.

Pada upacara penamaan kapal selam tersebut pada November 2024, Komandan Angkatan Laut Israel, Wakil Laksamana David Saar Salama, menggambarkan kapal selam itu sebagai "pengganda kekuatan" yang meningkatkan kemampuan Israel untuk beroperasi "di daerah terpencil dan rahasia untuk jangka waktu yang lama."Dalam pidatonya di upacara tersebut, Bapak Salama mengatakan: "Dengan penambahan INS Draken ke jaringan operasional kami, jangkauan dan kekuatan kami akan diperluas secara signifikan."

Kapal selam Drakon juga berfungsi sebagai "jembatan" antara armada kapal selam Israel saat ini dan generasi kapal selam berikutnya. Pada upacara bulan November 2024, Israel tidak hanya menandai penamaan Drakon tetapi juga dimulainya proses pembangunan kapal selam kelas Dakar di masa depan, yang diharapkan akan dikirimkan pada awal dekade berikutnya.

Nama "Drakon" (yang berarti naga) dipilih karena huruf-huruf Ibrani dalam kata tersebut sesuai dengan huruf-huruf dalam "Dakar," yang melambangkan kekuatan dan keunikan. Nama ini juga memperingati warisan INS Dakar, kapal selam Israel yang menghilang pada tahun 1968 bersama seluruh awaknya saat dalam perjalanan dari Inggris ke Israel.

Topik Menarik