Honor Robot Phone Viral: Amerika Cuma Bisa Bermimpi Punya Ponsel Kayak Gini

Honor Robot Phone Viral: Amerika Cuma Bisa Bermimpi Punya Ponsel Kayak Gini

Teknologi | sindonews | Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:04
share

Ada ponsel yang kameranya bisa keluar sendiri dari punggungnya. Bukan efek CGI. Bukan prototipe pameran. Ini produk jadi. Sudah dijual di China.

Namanya Honor Robot Phone. Videonya beredar di TikTok dan Facebook. Ditonton lebih dari sejuta kali hanya dalam hitungan hari. Yang menonton bukan orang China. Kebanyakan orang Amerika.

Fitur utamanya: gimbal kamera yang tersembunyi di panel belakang. Saat dibutuhkan, gimbal itu muncul ke permukaan.

Fungsinya menstabilkan video. Dilengkapi AI penjejak objek otomatis. Juga mode pengambilan gambar tingkat lanjut.Harganya resmi di China setara Rp25.529.747. Yang bikin ironis: ponsel ini tidak dijual resmi di Amerika. Honor dulu anak perusahaan Huawei. Berpisah tahun 2020. Sejak itu perangkat Honor sebenarnya sudah lepas dari sanksi yang membelenggu Huawei. Tapi status "tidak resmi dijual di AS" itu masih menempel sampai sekarang.

Maka jadilah situasi lucu. Orang Amerika menonton video ponsel yang tidak bisa mereka beli secara resmi. Lalu mereka berkomentar iri di kolom komentar sendiri.Salah satu komentar menyebut kondisi ini sebagai alasan kenapa perusahaan China sering dilarang masuk AS: karena teknologi Amerika dianggap tertinggal. Komentar lain menuding perusahaan AS tidak bisa bersaing, sehingga jalan pintasnya adalah melarang produk China masuk.

Ada juga yang memuji konsep gimbal built-in ini sebagai bentuk inovasi sesungguhnya. Alasannya: orang sudah bosan melihat desain ponsel yang itu-itu saja setiap tahun, termasuk iPhone. Satu komentar lain bahkan menyebut ponsel ini "light-years" di depan iPhone. Alias, sudah tertinggal jauh.

Tidak semua memuji. Ada yang skeptis. Kekhawatirannya soal ketahanan. Bagian yang bisa bergerak keluar-masuk dianggap rawan rusak. Juga sulit dibersihkan. Satu kritikus menulis: bagian luar yang bisa bergerak bukan ide yang bagus untuk sebuah ponsel.

Dari sisi pasar, ini menarik untuk dianalisis. Produsen ponsel China semakin berani bermain di ranah desain fisik. Bukan cuma soal chip atau kamera megapiksel. Honor bahkan menggandeng ARRI--perusahaan kamera sinema kelas dunia--untuk pengembangan sistem gimbalnya. Ini sinyal serius: Honor ingin dianggap sebagai ponsel untuk kreator video, bukan sekadar ponsel foto harian.

Sementara itu, ponsel flagship dari merek-merek besar Barat masih setia pada bentuk kotak dengan kamera tertanam diam di belakang. Selama bertahun-tahun perubahan desainnya cenderung kosmetik: warna baru, susunan lensa baru, tapi konsepnya sama.

Sampai sekarang belum ada kepastian apakah Honor Robot Phone akan resmi masuk ke pasar Amerika, Inggris, atau Australia. Tapi minat publik sudah terbukti besar duluan, bahkan sebelum ada kepastian ketersediaannya di luar China.

Topik Menarik