Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation

Dorong Penguasaan Teknologi AI, Komdigi Kerja Sama ASEAN Foundation

Teknologi | inews | Jum'at, 5 Juni 2026 - 21:25
share

JAKARTA, iNews id - Pengembangan teknologi kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus didorong. Salah satunya dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program ASEAN AI Ready kerja sama antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan ASEAN Foundation.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria mengatakan, penguasaan AI saat ini menjadi salah satu faktor penentu daya saing bangsa bagi sumber daya manusia di suatu negara. Sebab itu, program ASEAN AI Ready nantinya bakal berfokus kepada pengembangan sumber daya manusia dan pembangunan talenta digital bagi anak muda Indonesia guna menghadapi transformasi digital berupa perkembangan AI khususnya di tingkat ASEAN.

“Fokus utama program ini adalah membangun talenta digital yang siap menghadapi transformasi teknologi. Melalui kolaborasi kawasan, kita dapat mempercepat peningkatan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat daya saing ASEAN dalam ekonomi digital global,” kata Nezar dalam keterangan resminya, dikutip Jumat (5/6/2026).

Selain itu, dengan pengembangan sumberdaya manusia dan pembangunan talenta ini juga bisa menjadi pemicu dari terciptanya inovasi dan solusi berbasis AI yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.

Hal itu sudah terbukti dari keberhasilan mahasiswa Institut Teknologi Bandung yang memenangkan AI Ready ASEAN Youth Challenge melalui pengembangan NOAH AI, aplikasi berbasis kecerdasan artifisial untuk mendukung manajemen kebencanaan.

Dia menegaskan program ini bisa membuka peluang besar bagi Indonesia untuk belajar dan berbagi dari negara-negara anggota lain baik dari segi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik dalam pemanfaatan teknologi AI.

Sementara itu, Direktur Eksekutif ASEAN Foundation Piti Srisangnam menjelaskan, program AI Ready ASEAN telah menjangkau lebih dari 5,3 juta masyarakat di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. Program tersebut kini memasuki fase kedua yang akan berlangsung hingga tahun 2028.

“Kami akan terus memberdayakan masyarakat Indonesia agar siap menghadapi transformasi digital dan mampu memanfaatkan potensi besar yang dimiliki dalam penguasaan teknologi AI,” kata Piti.

Adanya program dan kerjasama ini diharapkan bisa memperkuat peran Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan talenta digital di kawasan ASEAN sekaligus memperluas manfaat teknologi AI bagi masyarakat, dunia pendidikan, pelaku usaha, dan sektor

Topik Menarik