Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil

Microsoft Klaim Chip Kuantum Baru 1.000 Kali Lebih Stabil

Teknologi | sindonews | Kamis, 4 Juni 2026 - 07:01
share

Microsoft telah mengumumkan pengembangan generasi baru chip kuantum yang disebut Majorana 2, yang diklaim hingga 1.000 kali lebih andal daripada versi sebelumnya, mempercepat upaya menuju pembangunan komputer kuantum praktis.

Perusahaan teknologi tersebut mengatakan peningkatan ini dapat membuka jalan bagi komputer kuantum untuk digunakan dalam memecahkan masalah komersial dalam beberapa tahun ke depan.

Komputasi kuantum bergantung pada unit dasar yang disebut qubit, yang mampu memproses informasi yang jauh lebih kompleks daripada komputer tradisional, tetapi terkenal rapuh dan rentan terhadap gangguan.

Microsoft menyatakan bahwa qubit dalam chip Majorana 2 dapat bertahan rata-rata 20 detik, dibandingkan hanya beberapa milidetik pada chip Majorana 1 sebelumnya.

Peningkatan besar ini digambarkan sebagai lompatan signifikan dalam kinerja, dengan perusahaan membandingkannya dengan perbedaan antara ponsel yang perlu diisi daya setiap hari dan ponsel yang hanya perlu diisi daya setiap beberapa tahun.

Wakil Presiden Korporat Microsoft Quantum, Zulfi Alam, mengatakan perusahaan kini semakin yakin dapat menghasilkan mesin kuantum yang benar-benar bermanfaat secara komersial pada akhir dekade ini.“Kami akan memiliki mesin kuantum pada tahun 2029 yang dapat memecahkan masalah praktis dan layak secara komersial,” katanya.

Namun, ia mengakui bahwa tantangan besar masih tetap ada karena komputer kuantum skala besar membutuhkan jutaan qubit, sementara chip saat ini hanya memiliki sekitar 12 qubit.

Selama dua dekade terakhir, Microsoft telah fokus pada pendekatan yang dikenal sebagai komputasi kuantum topologi, yang menggunakan sifat-sifat kuasi-partikel yang dikenal sebagai Majorana untuk menghasilkan qubit yang lebih stabil.

Teknologi ini membutuhkan penciptaan keadaan materi baru yang berbeda dari tiga keadaan normal, yaitu padat, cair, dan gas, untuk melindungi data kuantum dari gangguan lingkungan.

Dalam Majorana 2, Microsoft juga memperkenalkan perubahan material, termasuk mengganti aluminium dengan timbal sebagai superkonduktor, yang membantu meningkatkan stabilitas qubit.Meskipun pencapaian ini dianggap sebagai langkah signifikan, beberapa ahli mengatakan klaim Microsoft masih sulit untuk dinilai sepenuhnya karena detail teknis tidak diungkapkan kepada publik karena alasan komersial.

Profesor fisika Universitas Surrey, Paul Stevenson, mengatakan perkembangan ini tampak menjanjikan, tetapi bergantung pada apakah hasil penelitian benar-benar sesuai dengan klaim perusahaan.

"Microsoft tampaknya telah membuat lompatan maju dalam upayanya untuk menghasilkan qubit topologi yang dapat digunakan," katanya.

Namun, pendekatan Microsoft sebelumnya juga memicu kontroversi, termasuk penarikan kembali makalah penelitian pada tahun 2018 tentang penemuan partikel Majorana, serta kritik dari beberapa fisikawan yang skeptis terhadap hasil penelitian tersebut.

Kemajuan ini terjadi dalam konteks persaingan global yang sengit antara perusahaan teknologi besar untuk mengembangkan komputer kuantum yang mampu memecahkan masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh komputer konvensional.

Jika berhasil, teknologi ini berpotensi digunakan untuk mengatasi tantangan besar seperti pengembangan obat baru, produksi energi yang lebih efisien, keamanan siber, dan pemecahan masalah ilmiah yang kompleks.

Namun untuk saat ini, industri ini masih dalam tahap awal, dan keberhasilan sejati bergantung pada kemampuan untuk menghasilkan sistem yang stabil, berskala besar, dan bebas kesalahan.

Topik Menarik