Anak Muda Kini Rentan Terpapar Aktivitas Digital Berisiko, Kenapa Bisa?

Anak Muda Kini Rentan Terpapar Aktivitas Digital Berisiko, Kenapa Bisa?

Teknologi | inews | Rabu, 13 Mei 2026 - 16:48
share

JAKARTA, iNews.id - Scroll media sosial berjam-jam, berburu hiburan instan, hingga tergoda berbagai tawaran digital yang terlihat menguntungkan kini jadi bagian dari keseharian banyak anak muda. Namun di balik kemudahan itu, ada ancaman yang diam-diam ikut tumbuh.

Ya, ancaman itu ialah aktivitas digital manipulatif yang bisa berdampak pada kondisi mental, sosial, bahkan finansial generasi muda. Efek dari masalah ini pun nyata di masyarakat.

Sejumlah mahasiswa mengaku dunia digital saat ini terasa makin sulit dipilah antara hiburan, kebutuhan, dan jebakan yang merugikan. Bukan cuma soal penipuan digital, para narasumber menilai pola konsumsi platform online yang berlebihan juga mulai memengaruhi cara berpikir anak muda. 

Budaya serba cepat dan instan disebut membuat sebagian orang mudah tergoda oleh sistem digital yang menawarkan kesenangan sesaat tanpa memikirkan dampak panjangnya.

Data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menunjukkan transaksi aktivitas digital ilegal di Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir dan nilainya mencapai ratusan triliun rupiah pada 2024. Tingginya penggunaan internet di kalangan usia produktif disebut menjadi salah satu faktor yang membuat generasi muda rentan terseret aktivitas digital berisiko.

Ahli hukum ITE Ryan Abdisa Sukmadja menilai kondisi ini terjadi karena banyak anak muda belum memiliki kemampuan literasi digital yang kuat. Akibatnya, mereka mudah terpengaruh oleh pola digital yang manipulatif.

"Anak muda sekarang harus punya kemampuan berpikir kritis. Tidak semua yang terlihat menarik di internet aman atau menguntungkan," ujarnya di seminar edukatif bertajuk 'Terjebak di Balik Layar: Psikologi dan Dampak Sosial Aktivitas Digital Berisiko bagi Generasi Muda' yang diinisiasi oleh Humas Generasi Indonesia (HGI) bersama Polda Sumatera Barat, belum lama ini.

Di tengah derasnya perkembangan platform online, generasi muda kini menghadapi tantangan baru, yaitu bagaimana tetap terkoneksi dengan dunia digital tanpa kehilangan kendali atas diri sendiri. Persoalan ini juga mendapat perhatian dari Polda Sumatera Barat yang menilai ancaman digital saat ini semakin kompleks dan menyasar usia muda.

Lebih lanjut, Ditreskrimsus Polda Sumbar Andry Kurniawan mengatakan bahwa penanganan aktivitas digital ilegal tidak cukup hanya mengandalkan penegakan hukum. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama melalui edukasi dan penguatan kesadaran digital di lingkungan pendidikan maupun masyarakat.

"Pencegahan tidak bisa dilakukan aparat penegak hukum saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, komunitas, dan pelaku industri digital," kata Andry.

Karena itu, di era serba digital saat ini, kemampuan paling penting bukan lagi sekadar bisa menggunakan internet, melainkan tahu kapan harus berhenti, berpikir kritis, dan tidak mudah terjebak oleh apa yang muncul di balik layar.

"Di era platform online saat ini, literasi digital bukan lagi sekadar tambahan pengetahuan, tetapi sudah menjadi kemampuan penting yang harus dimiliki generasi muda," jelas Ray, perwakilan HGI.

Topik Menarik