Berita Hoaks Buatan AI Terkait Penembakan Targetkan Trump Bertebaran

Berita Hoaks Buatan AI Terkait Penembakan Targetkan Trump Bertebaran

Teknologi | sindonews | Rabu, 29 April 2026 - 14:19
share

Berita Hoaks Buatan AI Terkait Penembakan Targetkan Trump Bertebaran

London- Berita palsu yang dihasilkan oleh AI menyebar dengan cepat di media sosial, menghubungkan seorang tersangka yang dituduh mencoba membunuh Presiden Trump di AS dengan sejumlah tokoh terkenal, menyebabkan kebingungan publik.

Serangkaian gambar dan informasi palsu yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI) menyebar dengan cepat di media sosial, terkait dengan seorang tersangka yang dituduh mencoba membunuh Presiden AS Donald Trump di sebuah pesta yang diselenggarakan oleh Asosiasi Koresponden Gedung Putih di Washington D.C.

Hanya beberapa jam setelah pihak berwenang mengidentifikasi tersangka sebagai Cole Tomas Allen, 31 tahun, dari California, konten palsu membanjiri Facebook.

Banyak unggahan menggunakan gambar yang dihasilkan AI, mengaitkannya dengan berbagai selebriti, mulai dari aktor Tom Hanks dan Sydney Sweeney hingga penyanyi Taylor Swift dan Chris Brown.Bukan hanya industri hiburan; banyak politisi dan tokoh publik juga telah dituduh secara salah, termasuk mantan Presiden Barack Obama dan politisi Kanada Pierre Poilievre.

Beberapa unggahan palsu bahkan mengklaim bahwa tersangka Allen pernah bekerja untuk lebih dari 40 tim olahraga profesional dan perguruan tinggi, disertai gambar yang dihasilkan AI yang menunjukkan dia mengenakan seragam dari liga seperti National Football League (NFL) atau balap NASCAR.

Banyak dari gambar-gambar ini tampaknya dibuat ulang dari foto asli yang diambil sebelumnya, ketika Allen dianugerahi sebagai "Guru Bulan Ini" oleh sebuah pusat bimbingan belajar pada akhir tahun 2024. Konten tersebut dibuat menggunakan "pola" yang berulang, mirip dengan cara "pabrik konten" memproduksi secara massal cerita-cerita sensasional yang dibuat-buat.

Para ahli percaya bahwa fenomena ini mencerminkan ledakan apa yang disebut "sampah" AI—konten yang diproduksi massal dengan biaya rendah untuk menarik perhatian. Pakar literasi digital Mike Caulfield berpendapat bahwa ini pada dasarnya adalah perilaku yang sudah familiar dari situs konten spam, hanya saja sekarang dipercepat oleh AI.

Sementara itu, kemajuan teknologi terkini telah membuat pembuatan gambar palsu menjadi lebih mudah dan lebih meyakinkan, dengan kesalahan yang dulunya mudah dikenali—seperti tangan dengan enam jari—menjadi semakin jarang terjadi.Profesor Jen Golbeck dari Universitas Maryland mencatat bahwa teknologi saat ini memungkinkan pengeditan foto yang mudah; hanya dengan gambar asli, AI dapat mengubah pakaian, latar belakang, atau bahkan menukar wajah dalam waktu singkat. Apa yang dulunya dilakukan secara manual dengan perangkat lunak pengeditan foto kini dapat diotomatisasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Senada dengan pandangan ini, Profesor Hany Farid dari Universitas California mencatat bahwa sebelumnya, pembuatan gambar palsu yang meyakinkan terutama diterapkan pada selebriti dengan banyak data online, tetapi sekarang teknologi memungkinkan hal yang sama dilakukan pada hampir siapa pun.

Beberapa jurnalis dan individu yang identitasnya telah dipalsukan telah angkat bicara untuk memperingatkan tentang bahaya konten ini, mendesak pengguna untuk melaporkan dan memverifikasi informasi sebelum membagikannya.

Para ahli juga khawatir bahwa meningkatnya jumlah konten palsu dapat mempersulit pengguna untuk membedakan antara konten asli dan palsu, terutama mengingat algoritma media sosial cenderung memprioritaskan konten yang sangat viral.

Topik Menarik