Survei Ungkap Penggunaan AI Generatif Dongkrak Produktivitas hingga 50

Survei Ungkap Penggunaan AI Generatif Dongkrak Produktivitas hingga 50

Teknologi | okezone | Minggu, 26 April 2026 - 15:56
share

JAKARTA - Penggunaan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan generatif berdampak pada produktivitas. Bahkan, penggunaan AI ini dapat meningkatkan produktivitas talenta digital hingga mencapai 50 persen. 

1. AI Dongkrak Produktivitas

Hal ini sebagaimana terungkap dalam survei Indonesia Developer Outlook (IDO) 2026. Survei melibatkan 3.163 talenta digital. Dalam survei ini, 9 dari 10 developer profesional merasakan lonjakan produktivitas sebesar 20 hingga lebih dari 50 berkat penggunaan AI generatif dalam alur kerja.

CEO Dicoding, Narenda Wicaksono, mengungkapkan temuan lainnya adalah 75 developer profesional yang telah bekerja percaya bahwa teknologi dan skills praktis perlu dipelajari di luar kampus.

“Sebanyak 63 developer sangat mengandalkan online course sebagai sumber belajar utama. Oleh karenanya, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada para developer yang telah 11 tahun mendukung kami untuk memberdayakan talenta digital dengan pembelajaran yang berdampak, sehingga Dicoding dapat memberikan dampak ekonomi pada Indonesia sebesar Rp6,5 triliun,” ucap Narenda, Minggu (26/4/2026).

Sementara itu, Chief Learning Officer Dicoding, Oon Arfiandwi, memaparkan temuan menarik dari IDO 2026 mengenai relevansi belajar teknologi di tengah maraknya fenomena layoff. Data menunjukkan, peluang karier IT justru tetap terbuka lebar di luar sektor teknologi tradisional.

"Temuan kami dalam IDO 2026 menunjukkan perusahaan non-IT kini menjadi penyerap tenaga kerja terbesar bagi talenta digital. Di era disrupsi AI, pertanyaan 'apakah belajar teknologi masih relevan?' terjawab dengan mutlak: Ya, tetapi cara kita belajar harus bertransformasi," ujarnya. 

Ia menjelaskan, pihaknya melihat tren online course kini menjadi sumber belajar utama bagi lebih dari 63 developer profesional. 

 

"Kita harus melatih diri menjadi spesialis, membangun portofolio yang kuat, dan mendorong produktivitas menggunakan generative AI," kata Oon Arfiandwi.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif, Muhammad Neil El Himam, menyebutkan pihaknya mendukung IDO 2026 
sebagai ajang peningkatan kapasitas dan perluasan jejaring developer Indonesia. 

"Kami optimis akan kiprah para developer di industri masing-masing, dengan bantuan AI sebagai akseleratornya,” ujarnya. 

Topik Menarik