Amazon dan Google Didesak Dampak Ungkap Lingkungan Terkait Pusat Data
Proyek pusat data skala besar Amazon, Google, dan Microsoft menghadapi tekanan untuk secara publik mengungkapkan data tentang konsumsi sumber daya di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang dampak lingkungan dan masyarakat.
Perusahaan-perusahaan raksasa teknologi termasuk Amazon, Microsoft, dan Alphabet (perusahaan induk Google) menghadapi tekanan yang semakin besar dari para pemegang saham terkait dampak lingkungan dari pusat data mereka.Sebelumnya, beberapa proyek bernilai miliaran dolar terpaksa menghentikan pembangunan karena penentangan keras dari masyarakat setempat.
Kini, para investor menuntut transparansi yang lebih besar terkait data konsumsi listrik dan air di tengah pesatnya perkembangan infrastruktur AI.
Andrea Ranger, seorang direktur di Trillium Asset Management, mengatakan bahwa dia telah meminta Alphabet untuk mengklarifikasi peta jalan mereka dalam mencapai tujuan iklim.
Meskipun Alphabet berkomitmen untuk mengurangi emisi hingga setengahnya pada tahun 2030, angka aktualnya justru meningkat sebesar 51, sehingga membuat investor ragu tentang implementasi rencana tersebut.Sementara itu, Green Century Capital Management juga sedang berdiskusi dengan Nvidia untuk memastikan bahwa manfaat jangka pendek dari AI tidak membahayakan risiko iklim dan keuangan jangka panjang.
Konsumsi air juga menjadi penyebab kekhawatiran serius. Menurut data dari Mordor Intelligence, pusat data di Amerika Utara akan mengonsumsi hampir 1 triliun liter air pada tahun 2025, setara dengan kebutuhan air tahunan Kota New York.
Meskipun perusahaan telah mengadopsi teknologi pendinginan sirkulasi ulang untuk menghemat energi, data yang tersedia untuk umum masih belum konsisten: Meta tidak melaporkan fasilitas yang disewa, Microsoft tidak memiliki detail spesifik lokasi, dan Amazon hanya melaporkan penggunaan listrik per unit, bukan total konsumsi air.
Jason Qi, seorang ahli dari Calvert Research, mencatat bahwa perusahaan-perusahaan belum sepenuhnya mengungkapkan dampak konsumsi air terhadap masyarakat.
Dalam situasi ini, Dan Diorio dari Data Center Alliance menekankan bahwa transparansi adalah prioritas utama untuk meyakinkan publik bahwa proyek-proyek tersebut tidak akan membebani sumber daya lokal.
Sebagai tanggapan, Microsoft dan Amazon menegaskan upaya mereka untuk meningkatkan efisiensi dan berkomitmen untuk meningkatkan transparansi data konsumsi di masing-masing wilayah operasional mereka.





