Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya

Iran Gempur Pusat Data Amazon dan Oracle, Google dan YouTube Selanjutnya

Teknologi | sindonews | Jum'at, 3 April 2026 - 11:42
share

Pada tanggal 3 April, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa mereka telah melakukan serangan yang menargetkan infrastruktur informasi perusahaan teknologi Amerika.

Menurut informasi dari kantor berita negara IRNA dan Tasnim, target serangan ini adalah pusat komputasi awan Amazon di Bahrain dan basis data Oracle di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA).

IRGC menegaskan bahwa ini adalah pembalasan langsung atas serangan AS dan Israel terhadap rumah mantan Menteri Luar Negeri Iran Kamal Kharrazi di Teheran pada 1 April, yang menewaskan istrinya dan melukai dirinya sendiri secara serius.

Iran kini menargetkan perusahaan-perusahaan teknologi sebagai balasan atas tindakan yang dilakukan oleh AS dan Israel.

Iran mengklaim bahwa pusat data Amazon di Bahrain hancur total dalam serangan itu. Mereka menekankan bahwa mereka sebelumnya telah memperingatkan akan menargetkan perusahaan teknologi Amerika jika aksimiliterterhadap kepemimpinan Iran tidak berhenti. Seorang perwakilan dari Komando Angkatan Laut IRGC menyatakan bahwa mereka akan terus memperluas serangan mereka jika upaya pembunuhan terhadap para pemimpin Iran tidak berhenti.

Selain pusat data, militer Iran mengatakan serangan itu juga menargetkan pabrik baja AS di Abu Dhabi, pabrik aluminium di Bahrain, dan fasilitas manufaktur senjata Rafael Israel sebagai balasan atas serangan sebelumnya terhadap industri baja Iran.

Namun, pihak berwenang Dubai dengan cepat membantah laporan kerugian yang dialami Oracle. Dalam pernyataan resmi di media sosial pada 3 April, Kantor Komunikasi Dubai menegaskan bahwa laporan yang beredar tersebut "direkayasa dan tidak benar."

Dari pihak Bahrain,Kementerian Dalam Negerimenuduh Iran menyerang bisnis yang beroperasi di wilayah tersebut tetapi tidak menyebutkan perusahaan tertentu.

Sementara itu, Amazon menolak berkomentar tentang insiden terbaru ini, tetapi sebulan sebelumnya, pada tanggal 2 Maret, perusahaan tersebut mengkonfirmasi bahwa fasilitasnya di UEA dan Bahrain telah terkena serangan pesawat tak berawak.

Topik Menarik