Israel Maksimalkan Kecerdasan AI untuk Menyeimbangi Serangan AI

Israel Maksimalkan Kecerdasan AI untuk Menyeimbangi Serangan AI

Teknologi | sindonews | Kamis, 2 April 2026 - 06:53
share

Israel meningkatkan penerapan solusi teknologi canggih, mulai dari kecerdasan buatan (AI) dalam operasimiliterhingga platform digital yang mendukung kesehatan mental, untuk beradaptasi dengan konflik yang berkepanjangan.

Dari sudut pandang militer, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengerahkan "agen AI" dalam Operasi Singa untuk menyinkronkan rencana serangan udara skala besar dengan presisi tinggi.

Yang perlu diperhatikan, sistem Tashan membantu menemukan peluncur rudal musuh dengan cepat, sementara sistem Rom menghubungkan jaringan radar untuk mendeteksi kendaraan udara tak berawak (UAV) sejak dini.

Teknologi ini tidak hanya membantu angkatan udara dalam perencanaan operasional secara real-time, tetapi juga membantu memprediksi zona dampak rudal untuk memberikan peringatan dini kepada warga sipil.

Sementara itu, permintaan akan dukungan kesehatan mental di Israel meningkat pesat seiring berlanjutnya konflik di Timur Tengah, memaksa organisasi masyarakat sipil dan pihak berwenang untuk menerapkan solusi berskala besar, dengan menggabungkan teknologi untuk memperluas akses ke layanan.

Sistem perawatan kesehatan mental Israel, yang sudah berada di bawah tekanan, terutama setelah pandemi COVID-19, kini menghadapi tekanan lebih lanjut seiring dengan meningkatnya konflik. Banyak penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak mengalami stres psikologis. Tingkat orang dewasa yang mengalami masalah tidur dan kecemasan juga meningkat.

Dalam situasi ini, Komite Distribusi Yahudi (JDC) dan lembaga terkait lainnya sedang mengembangkan model dukungan nasional berbasisteknologi digital.

Contoh yang menonjol adalah platform Nafshi, yang menyediakan ratusan layanan psikologis gratis. Platform ini telah mencatat puluhan ribu penggunaan sejak konflik dimulai.

Selain itu, aplikasi seperti Dugri atau TOKO memungkinkan pengguna untuk terhubung dan berbagi pengalaman secara anonim, sehingga mengurangi risiko masalah kesehatan mental.

Para analis percaya bahwa dampak psikologis perang dapat berlangsung lebih lama daripada faktor militer; oleh karena itu, membangun sistem dukungan komprehensif, yang menggabungkan teknologi, komunitas, dan kebijakan publik, akan menjadi kunci untuk membantu Israel mempertahankan stabilitas sosial di masa mendatang.

Topik Menarik