Ilmuwan Sukses Ciptakan Replika Otak Digital Pertama di Dunia

Ilmuwan Sukses Ciptakan Replika Otak Digital Pertama di Dunia

Teknologi | okezone | Rabu, 11 Maret 2026 - 08:56
share

JAKARTA — Sebuah perusahaan rintisan di Silicon Valley mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menciptakan replika otak digital yang disebut sebagai “unggah otak multi-perilaku” pertama di dunia. Eon System dilaporkan menciptakan replika digital lengkap otak lalat buah yang mengendalikan tubuh virtual dalam lingkungan simulasi, sebuah lompatan signifikan melampaui kecerdasan buatan (AI) konvensional.

“Ini bukan animasi. Ini bukan kebijakan pembelajaran penguatan yang meniru biologi,” kata salah satu pendiri Eon, Dr. Alex Wissner-Gross, dalam sebuah unggahan media sosial yang mengumumkan terobosan tersebut. “Ini adalah salinan otak biologis, yang dihubungkan neuron demi neuron dari data mikroskop elektron, berjalan dalam simulasi, membuat tubuh bergerak.”

Dilansir RT, pencapaian ini didasarkan pada penelitian penting tahun 2024, ketika kolaborasi internasional memetakan seluruh konektom lalat buah dewasa—setiap neuronnya yang berjumlah sekitar 140.000 dan 50 juta koneksi sinaptik. Ilmuwan senior Eon, Philip Shiu, ikut menulis makalah di Nature yang menunjukkan bahwa model komputasi yang dibangun dari diagram pengkabelan ini dapat memprediksi perilaku motorik lalat yang sebenarnya dengan akurasi 95.

 

Namun, model tersebut pada dasarnya adalah otak tanpa tubuh untuk dikendalikan. Eon kini menutup celah itu dengan mengintegrasikan otak digital dengan tubuh lalat yang disimulasikan secara fisika menggunakan mesin MuJoCo dari Google DeepMind.

Input sensorik dari lingkungan virtual mengalir ke otak yang diemulasikan, aktivitas saraf menyebar melalui konektom lengkapnya, dan perintah motorik menggerakkan tubuh yang disimulasikan. Perilaku makhluk digital tersebut muncul dari dinamika sirkuitnya sendiri, bukan dari instruksi yang diprogram.

CEO Eon, Michael Andregg, mengatakan bahwa lalat yang diunggah mencapai akurasi perilaku 91 hanya dengan menggunakan pengkabelan konektom, model neuron sederhana, dan “tanpa penyetelan manual, tanpa algoritma pembelajaran tambahan.”

 

Tim Eon kini sedang mengumpulkan data untuk mencoba emulasi otak tikus lengkap—sekitar 70 juta neuron, atau 560 kali skala lalat. Lebih jauh lagi, tim tersebut pada akhirnya bertujuan mencoba mengunggah seluruh otak manusia.

Topik Menarik