Sony Resmi Berhenti Produksi Alat Perekam Piringan Blu-ray

Sony Resmi Berhenti Produksi Alat Perekam Piringan Blu-ray

Teknologi | sindonews | Selasa, 10 Februari 2026 - 20:02
share

Sony Corp mengkonfirmasi akan sepenuhnya keluar dari pasar perekam cakram Blu-ray, dengan pengiriman semua model secara bertahap dihentikan mulai Februari karena permintaan terus menurun akibat dominasi layanan streaming video.

Sony Corp akan sepenuhnya keluar dari pasar perekam cakram Blu-ray karena streaming video mendominasi, dengan pengiriman model dihentikan mulai Februari tanpa pengganti.

Penghentian ini menandai berakhirnya era penting bagi Sony, yang meluncurkan perekam Blu-ray pertama di dunia pada tahun 2003, sementara pengiriman perekam Blu-ray domestik diperkirakan akan menurun tajam dari 6,39 juta unit pada tahun 2011 menjadi sekitar 620.000 unit pada tahun 2025.

Langkah Sony ini dilihat sebagai bagian dari restrukturisasi bisnis perangkat keras konsumen perusahaan, tetapi perusahaan dan beberapa merek lain diharapkan akan terus menyediakan pemutar Blu-ray/UHD kepada penggemar media fisik premium meskipun pasar menyusut.

Perusahaan juga menekankan bahwa tidak akan ada model pengganti yang dikembangkan.

Menurut pengumuman di Jepang, langkah ini tidak termasuk pemutar Blu-ray dan UHD Blu-ray untuk keperluan pemutaran, yang akan tetap berlanjut untuk saat ini.Penghentian ini menutup era penting bagi Sony, yang meluncurkan perekam Blu-ray pertama di dunia pada tahun 2003.Sony sebelumnya telah menghentikan produksi perekam Blu-ray, sementara produksi cakram Blu-ray yang dapat direkam, termasuk perekam MiniDisc, kaset MD-Data dan MiniDV, akan berakhir pada Februari 2025 tanpa rencana untuk model baru.

Pasar Jepang — salah satu pasar terkuat untuk budaya perekaman dan pengarsipan siaran TV — terus mengalami penurunan yang signifikan.

Data industri menunjukkan bahwa pengiriman perekam Blu-ray domestik mencapai puncaknya pada 6,39 juta unit pada tahun 2011, sebelum menurun menjadi sekitar 620.000 unit pada tahun 2025, kurang dari 10 persen dari puncaknya.

Dalam sebuah pernyataan kepada media Jepang, Sony menyebutkan "penurunan signifikan" dalam kebutuhan untuk merekam siaran sebagai faktor utama, serta prospek pertumbuhan pasar yang melemah.

Di antara model yang terpengaruh adalah seri BDZ yang dirilis pada tahun 2023–2024; model yang tersisa akan dihentikan secara bertahap setelah Februari 2026.Para analis melihat langkah Sony sebagai bagian dari restrukturisasi yang lebih luas dari bisnis perangkat keras konsumen perusahaan.Pada bulan Januari, Sony mengumumkan rencana untuk memisahkan segmen hiburan rumahnya menjadi usaha patungan dengan TCL Electronics, karena beberapa pesaing juga telah mengurangi ukuran atau keluar dari kategori pemutar cakram.

Terlepas dari menyusutnya pasar, Sony dan beberapa merek khusus diperkirakan akan terus memasok pemutar Blu-ray/UHD ke komunitas kolektor dan penggemar media fisik premium.

Media Jepang juga melaporkan bahwa dukungan purna jual untuk perekam yang ada akan berlanjut seperti biasa, sementara stok ritel diperkirakan akan menyusut seiring berakhirnya pengiriman.

Para pengamat pasar melihat kesenjangan tersebut kemungkinan akan diisi oleh pemutar media fisik khusus serta perangkat berbasis jaringan seperti NAS dan DVR berbasis cloud, tetapi tren dominan tetap mendukung streaming.

Topik Menarik