Mengenal UpScrolled, Aplikasi Buatan Palestina yang Jadi Pesaing TikTok
JAKARTA - UpScrolled, platform media sosial buatan pengembang Palestina, mendadak menjadi populer di Amerika Serikat (AS) sebagai pengganti TikTok, yang baru saja berpindah kepemilikan usai divestasi dari perusahaan China, ByteDance. Pada akhir Januari 2026, UpScrolled bahkan menduduki peringkat pertama App Store dan keenam Play Store di AS.
Apa Itu UpScrolled?
UpScrolled, didirikan pada Juli 2025 oleh Issam Hijazi, pengusaha keturunan Palestina-Yordania-Australia yang pernah bekerja di raksasa teknologi Oracle. Proyek ini didukung Tech for Palestine, yang muncul setelah krisis di Gaza, untuk mendanai teknologi pro-Palestina.
Hijazi meninggalkan karier korporatnya untuk menciptakan platform yang menonjolkan kebebasan berekspresi dan visibilitas konten tanpa ketergantungan algoritma dan sensor.
Fitur Unggulan UpScrolled
UpScrolled merupakan aplikasi hybrid Instagram, X (Twitter), dan TikTok, di mana pengguna bisa mengunggah foto, video pendek, dan teks.
Feed UpScrolled diklaim lebih transparan tanpa diatur algoritma yang menekan konten tertentu dan dihadirkan secara kronologis. Laman "Discover" memiliki tampilan mirip Snapchat dengan konten trending diurutkan berdasarkan interaksi, kini diuji dengan AI personalisasi.
Moderasi relatif minim dengan blokir diberlakukan hanya untuk konten ilegal seperti narkoba atau pornografi. UpScrolled juga tidak menampilkan iklan atau influencer berbayar.
Fitur-fitur ini menjadikan UpScrolled pilihan menarik bagi pengguna yang mengeluhkan penyensoran konten di TikTok, terutama terkait Palestina, setelah platform itu dimiliki oleh Oracle, yang memiliki hubungan dengan Israel.
Pasca divestasi TikTok, unduhan UpScrolled di AS melonjak tajam, mencapai 140.000 hingga 26 Januari 2026, mengalahkan platform media sosial lainnya seperti Threads, WhatsApp, dan Telegram. Di Indonesia sendiri, UpScrolled mulai menarik perhatian dan memperlihatkan kenaikan unduhan, meski belum semasif di AS.





