Baintelkam Bentuk Tim Reaksi Cepat Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital

Baintelkam Bentuk Tim Reaksi Cepat Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital

Berita Utama | sindonews | Jum'at, 30 Oktober 2026 - 06:43
share

Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri menggandeng Badan Intelijen Negara (BIN), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), dan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) membentuk Tim Reaksi Cepat Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital. Langkah ini merupakan sistem peringatan dini strategis khususnya terkait disinformasi digital.

Direktur BIN yang terlibat dalam kolaborasi ini Brigjen Polisi Wijonarko mengatakan kolaborasi ini bentuk negara hadir lawan disinformasi dan upaya pemerintah dalam melindungi masyarakat.

Baca juga: Wakabaintelkam Kena Mutasi oleh Kapolri Jenderal Suyudi, Penggantinya Brigjen Anom Setyadji

"Kolaborasi ini merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah berupaya untuk melindungi masyarakat dari bahaya disinformasi digital yang berdampak kamtibmas," katanya di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

Penggagas Program Kombes Pol. Indratmoko mengatakan, pembentukan tim tersebut sebagai bagian dari program perubahan bertajuk "Transformasi Sistem Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital Berdampak Kamtibmas untuk Memperkuat Stabilitas Keamanan Nasional."

Kombes Pol Indratmoko optimistis Tim Reaksi Cepat Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital Berdampak Kamtibmas selain dapat mencegah gejolak konflik sosial, juga dapat melindungi masyarakat dari kejahatan yang diakibatkan disinformasi digital secara berkelanjutan.

Baca juga: Mutasi Polri, 4 Brigjen Pol Digeser ke Baintelkam

"Tim ini merupakan Tim Reaksi Cepat Peringatan Dini Strategis Disinformasi Digital Berdampak Kamtibmas selain dapat mencegah gejolak konflik sosial, juga dapat melindungi masyarakat dari kejahatan yang diakibatkan disinformasi digital secara berkelanjutan" ucapnya.

Tim Reaksi Cepat yang beranggotakan Polri, BIN, Komdigi, dan BSSN ini telah berhasil melaksanakan pilot project implementasi riil pada giat peringatan dini strategis disinformasi digital untuk menurunkan hoaks, konten tiruan, dan rekayasa AI di media sosial X (Twitter) dan TikTok.

Topik Menarik